7 Destinasi Wisata Menarik di Sumatera Utara


Kawah Putih, Tinggi Raja


Hal apa yang pertama kali terlintas di benak kamu ketika mendengar kata wisata Sumatera Utara? Mungkin yang pertama kali terlintas adalah Danau Toba dan Pulau Samosir.

Memang, Danau Toba adalah destinasi wisata yang menjadi andalan di Sumatera Utara. Danau terbesar di Indonesia itu menawarkan banyak hal indah dan magis bagi para traveller. Keindahan Danau Toba juga populer untuk wisatawan mancanegara. Tapi sebenarnya, Danau Toba dan Pulau Samosir bukanlah satu-satunya objek wisata yang ada di Sumatera Utara.

Ada banyak objek wisata di sana yang ‘kalah pamor’ dengan Danau Toba, tetapi tidak ‘kalah indah’ dengan Danau Toba. Artikel ini akan menolong kamu yang ingin mencari destinasi wisata lainnya di Sumatera Utara.

Berikut 7 destinasi wisata menarik selain Danau Toba:

  • Kawah Putih

Kawah Putih, Tinggi Raja

Di Indonesia, jika ada yang mendengar kata Kawah Putih, mungkin yang langsung terbersit adalah kawah putih di Bandung. Ternyata tidak hanya di Bandung, di Sumatera Utara juga ada kawah putih, tepatnya terletak di Cagar Alam Dolok Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean, Simalungun.

Kawah Putih, Tinggi Raja


Tak kalah indah, Kawah Putih yang ada di Tinggi Raja ini juga menyajikan pemandangan bak hamparan salju. Perbedaan dengan Kawah Putih di Bandung adalah Kawah Putih di sini merupakan hamparan Bukit kapur seluas 30 Ha. Di sebelah kawahnya sendiri, terdapat sungai yang airnya hangat –efek dari bukit kapur tersebut– dan kelebihan lainnya adalah di sepanjang sungai itu terdapat pemandangan stalaktit dari kapur yang indah.

Kawah Putih, Tinggi Raja


Sayangnya, keindahan kawah putih ini tidak difasilitasi dengan akses jalan yang layak. Jika hujan, jalan menuju tempat wisata itu becek dan hancur. Belum lagi aksi pungli dari warga sekitar yang membuat pengunjung ‘kapok’ datang ke sana lagi. Sangat disayangkan kalau tempat seindah itu tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Padahal jika dikelola dengan benar, maka Kawah Putih mungkin bisa menjadi  wisata andalan Sumatera Utara yang lain karena keindahannya.

  • Romance Bay
Spot Foto di Romance Bay
Seperti namanya, suasana di Pantai Romantis memang benar-benar romantis. Pasir putih dan laut biru yang berpadu cantik benar-benar menghipnotis. Cocok untuk pasangan suami-istri yang ingin berlibur berdua, karena pantai ini juga memiliki spot-spot foto yang instagramable dan menambah kesan romantis.

Pantai ini dikelola oleh Sumatera Women Foundation. Tapi, destinasi wisata indah ini tidak bisa dimasuki secara gratis. Tenang, harga tiket masuknya masih terjangkau: Rp. 35.000,-/orang dengan ongkos parkir Rp. 20.000,-.

Berikut penampakan Romance Bay yang pasti membuat kamu ingin ke sini!



Romance Bay




Jembatan Bambu Menuju Romance Bay


  • Air Terjun Ponot
Air Terjun Ponot


Air terjun ini terletak di desa Halado, Pintu Pohan Meranti, kabupaten Asahan. Jika dari
Berbeda dengan air terjun kebanyakan yang jatuh lurus, air terjun setinggi 100 meter ini memiliki pola zigzag dengan 3 undakan. Ponot berasal dari aliran sungai ponot yang merupakan anak sungai asahan.  Selain air terjun yang indah dan airnya yang sedingin es, kelebihan air terjun ini adalah selama perjalanan menuju tempat ini, kita akan disuguhi hutan-hutan yang cantik. Kadang, kita juga bisa melihat air terjun lain di tebing-tebing sepanjang jalan. Indah sekali.

Ada banyak buah liar juga yang tumbuh di sepanjang jalan, seperti jambu air dan rambutan yang tumbuh liar. Sayangnya, di sana banyak sampah berserakan, karena pengunjung tidak memiliki kesadaran diri untuk menjaga kebersihan.

  • Pulau Salah Namo



Pulau ini terletak di Ujung Kubu, Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Untuk mencapai Salah Namo, kita harus menaiki perahu yang disewakan. Dulu, tarif sewa perahunya sekitar 150-300 ribu rupiah.

Salah Namo memiliki pantai batu yang indah, tetapi spot utama dari Pulau Salah Namo adalah pemandangan bawah laut yang sangat indah dan masih alami.

  • Air Terjun Sipiso-piso
 
Air Terjun Sipiso-Piso

Jika mendengar Kabupaten Karo, pastilah yang pertama kali diingat adalah erupsi gunung Sinabung. Tapi sebenarnya, daerah Karo sendiri terkenal dengan objek wisatanya yang indah-indah, salah satunya adalah Air Terjun Sipiso-Piso.

Air terjun ini terletak di desa Tongging, kecamatan Merek, kabupaten Karo. Ini merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Sumatera Utara sendiri. Air terjun ini memiliki tinggi 120 m.

Air terjun ini memang terkenal sekali keindahannya. Nama sipiso-piso diambil dari nama gunung yang berada di timur laut air terjun sipiso-piso yang bernama dolok sipiso-piso. Keindahan air terjun ini wajib dikunjungi kalau kamu berwisata ke sumatera utara.

  • Batu Gantung
Batu Gantung


Batu Gantung memang sepaket dengan objek wisata Danau toba. Salah satu hal yang paling terkenal dari batu gantung adalah Legendanya. Nilai historis dari legenda inilah yang membuat Batu Gantung wajib disambangi.

Legenda batu gantung berawal dengan seorang gadis bernama Seruni yang dijodohkan Ayahnya dengan pemuda yang juga adalah paribannya, tapi seruni tak mau karena dia sendiri telah suka kepada pemuda lain yang tinggal sekampung. Karena sedih, Seruni melompat ke tebing dan rambutnya tersangkut di antara celah tebing itu. 

Karena telah menyerah dan tiada satupun warga kampung yang bisa menolong (karena celahnya sangat dalam), akhirnya seruni berkata, “Parapat batu, parapat. Parapat, batu parapat (Merapat batu), dengan harapan agar batu itu merapat dan mengubur dirinya di celah tebing. Dan benar saja, batu itu bergerak merapat karena gempa dan menghimpit gadis Seruni. Tidak berapa lama, longsor terjadi di tebing itu. Setelah longsor, nampaklah batu menggantung yang seperti seorang gadis yang tergantung di rambut.

Batu itulah yang disebut batu gantung dan tempat kejadiannya disebut Parapat.

  • Air terjun tongkat
Air Terjun Tongkat


Air terjun ini terletak di Desa Rumah Galo, Kelurahan Namuukur, Sei Bingai, Langkat, Sumut. Keindahan air terjun tongkat memang sudah menjadi rahasia umum masyarakat sumatera utara. Disebut air terjun tongkat karena ada sebatang kayu yang menyandar di dinding air terjun yang mirip seperti tongkat Air terjun ini mengaliri sungai Sei Bingai dan bermuara ke Selat Malaka. Air terjun ini sendiri pernah masuk ke dalam salah satu acara TV, My Trip, My Adventure yang membuat air terjun ini semakin dikenal dan banyak disambangi orang.


Hanya saja medan menuju tempat ini lumayan berat, karena harus melalui jalan yang naik turun .Jalan yang dilalui juga hanya jalan setapak, yang harus ditempuh berjalan kaki selama 2 jam dan masih harus melewati tonggak bambu yang menempel di tebing setinggi 30 m.Tapi tenang saja, tangga bambu ini aman, kok, meskipun memang agak seram, apalagi yang punya phobia ketinggian. Itu sebabnya, untuk mencapat tempat ini harus memakai pemandu wisata. Tarif pemandu wisata biasanya mencapai 40.000/orang.

Tonggak Bambu Menuju Air Terjun Tongkat

Tapi, semua perjalanan berat itu akan terbayar begitu kita sampai di air terjun tongkat. Keindahannya akan memanjakan mata, dan airnya akan meghilangkan keringat yang setimpal, sebab menyegarkan untuk berenang.
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.