Film Down Swan, Mereka Yang Bermimpi Dan Berusaha Adalah Pemenangnya


Satu film drama keluarga yang siap dirilis Agustus tahun ini. Dengan judul Down Swan, pasti para penikmat film sudah dapat menebak bahwa film ini berkisah tentang down syndrome dan balet. Tapi meski dapat ditebak temanya, Fuad Pa’e Akbar, sang sutradara Down Swan, menjamin kisah di film ini tidak akan sama apalagi mengekor film-film dengan tema serupa.

Meski bertema down syndrome, Down Swan tidak secara spesifik dan khusus mengangkat tema tersebut. Fuad menjelaskan, pengemasan cerita dan karakter utama yang disajikan adalah seorang gadis kecil dengan down syndrome. Dipilihnya karakter tersebut tentu bukan tanpa alasan, selain karena alasan genre yang diusung, karakter ini juga memberikan konflik dari luar dan juga dari dalam diri sendiri karakter utamanya. Riset yang detail dan mendalam tentu sangat dibutuhkan untuk keakuratan data dan kekuatan karakternya, tapi tentu saja masih tetap tidak menghilangkan unsur fiksi di dalamnya.


Karakter utama di film produksi Adxi Films ini adalah seorang gadis kecil berusia 9 tahun bernama Nadia yang mengalami down syndrome dan ia sangat menyukai balet. Sosok Nadia ini diharapkan dapat menyampaikan pesan betapa pentingnya membangun kedekatan dengan anak-anak di era modern ini. Dari karakter ini pula diharapkan semua orang dapat mengambil sikap aktif bahwa semua anak memiliki hak untuk didampingi dan didukung tanpa membedakan kekurangannya.


“Banyak hal menarik dalam proses pembuatan film ini. Tapi yang paling gila adalah kami harus blok Rusun Kemayoran selama lima hari. Dan untungnya enggak ada yang protes,” ujar Fuad sambil tertawa saat ditanya tentang hal-hal menarik saat syuting. Mengusung tema anak berkebutuhan khusus yang sensitif untuk diangkat, membuat persiapan film ini membutuhkan waktu yang cukup panjang. Fuad menambahkan film Down Swan bukan hanya sekadar film hiburan semata, tapi mengusung visi yang jelas untuk penontonnya.

Film Down swan ini harus dimasukkan dalam daftar rencana menonton keluarga, selain karena penggambaran hubungan keluarga yang sangat kuat. Film ini juga disajikan dengan apik dan mudah dimengerti, serta mengingatkan orang tua untuk selalu mendukung apapun cita-cita anak-anak. Banyak poin kebaikan yang bisa diambil dari film ini, tentunya disampaikan dengan cara yang jauh dari menggurui.

Rasanya tidak berlebih ketika Fuad Pa’e Akbar menggambarkan film Down Swan ini dalam empat kata. Love, Hope, Family, dan Acceptance. Karena film ini benar-benar merangkum dan meramu empat hal tersebut menjadi hal yang luar biasa. Penasaran? Kita tunggu saja rilisnya di bulan Agustus. #tia

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.