Endik Koeswoyo, Konsisten Menulis Novel Hingga Skenario Film



            Aktif sebagai penulis novel hingga 25 lebih  judul novel yang telah dikerjakannya. Cukup laris karya-karyanya sebagai penulis novel. Lantas, mengapa seorang Endik Koeswoyo (35) sekarang justru aktif menggeluti bidang penulisan skenario film baik untuk serial, film lepas maupun layar lebar. Apa motivasinya menulis skenario film? Menurutnya, menulis novel itu asyik. Menikmati alur cerita yang dibuatnya lebih bebas dan tidak terkekang. Namun untuk dijadikan sumber penghasilan, menulis novel itu memiliki titik kelemahan, yakni royalti yang kecil bila dibandingkan dengan menulis skenario. “Menulis skenario itu lebih banyak tekanan dan tuntunan, tapi secara honornya nulis skenario itu bisa mengalahkan penghasilan pilot lho,” katanya sembari menyisipkan simbol senyum dalam wawancara melalui pesan whatsapp.
            Endik Koeswoyo, yang asli Jombang ini memulai karirnya sebagai penulis skenario sejak tahun 2012. Ia pindah dari Yogyakarta, sebuah kota yang telah banyak memberikan warna dalam cerita dan pengalaman hidupnya hingga sukses seperti sekarang, menulis beberapa novel yang keren-keren. Minimnya jumlah penulis di Indonesia tak membuatnya berpikir dua kali untuk memutuskan terjun ke dunia tulis-menulis. “Menulis skenario film itu jumlah penulisnya tidak banyak, jadi peluang kerjanya sangat luas,” ujar Endik yang ulang tahun tiap tanggal 15 Agustus.
Bersama isterinya, Dita Faisal, keduanya kreatif membuat vlog yang positf untuk youtube
            Banyak berkah yang diperoleh selama Endik  menulis novel dan skenario film, termasuk mendapatkan anugerah seorang istri yang cerdas dan manis. Dia adalah reporter dan pembawa berita (jurnalis) di salah satu televisi swasta di Indonesia. Bersama sang isteri, Dita Faisal, mereka berdua sering membuat video blog atau biasa disingkat vlog. Vlog yang dibuat Endik bersama sang istri, Dita waktu tayangnya tidak terbatas. Pengunggahan vlog di media sosial youtube memungkinkan video yang dibuatnya bisa dilihat kapan saja dan di mana saja. Kata Endik yang sarjana ilmu politik ini, media internet itu harus dimanfaatkan dengan maksimal. Banyak video yang menurutnya tidak layak untuk ditonton semua umur. Oleh karena itulah, Endik memulai dari dirinya sendiri untuk memberikan konten yang ramah usia atau setidaknya tidak berbahaya untuk ditonton anak-anak. Selama masih terkoneksi dengan internet dan masih ada kuota, Endik yakinkan bahwa Alien pun bisa menonton.
Tiga Novel Endik Koeswoyo yang diangkat ke layar lebar
Cerita Cinta (2015), Erau Kota Raja (2015), Love for Sale (2018) 
Karya FTV Endik dan anggota JPI yang dibimbingnya bisa disimak di TV atau saluran youtube.com & video.com

Karya Endik sebelum meulis skenario film & FTV
            Kini, Endik Koeswoyo, pendiri (founder) komunitas menulis berbasis online Jaringan Penulis Indonesia (JPI) aktif mengajar dan membina para penulis berbakat yang mau mengasah kemampuan menulisnya melalui grup whatsapp jaringan penulis. Dengan tulus, Endik meluangkan waktunya untuk membimbing anggota JPI yang senang menulis, khususnya menulis skenario untuk FTV. 
Endik saat mengajar mahasiswa magang dari ISI Padang, Sumatera Barat di rumahnya
           Pria yang gemar mengenakan belangkon ini dengan senang hati menerima kiriman sinopsis setiap Sabtu dari anggota binaannya. Sinopsis-sinopsis mingguan tersebut dikirimkan secara rutin oleh anggota JPI melalui e-mail pribadinya. Setelah melewati penyaringan dan sentuhan tangannya, karya-karya anggota JPI berupa sinopsis itu pun ia kirimkan secara rutin ke rumah-rumah produksi ternama di tanah air. Bagi para penulis yang sinopsisnya berhasil menembus Production House (PH), maka selanjutnya akan dibimbing ke tahap penulisan plot dan skenario. Bagi Endik pribadi, mengajar itu sama seperti sedekah. “Berbagi ilmu kepada sesama akan menambah ilmu baru kepada kita. Dan kita juga semakin pinter dan cerdas,” tutur Endik Koeswoyo yang membuka pelatihan menulis sinopsis dan skenario kepada anggota JPI melalui grup whatsapp secara gratis. Tentu saja di komunitas JPI tidak sekedar belajar menulis sinopsis dan skenario FTV, namun juga cerpen, novel, puisi dan esai. Kita dapat berbagi banyak hal seputar dunia kepenulisan. Bravo buat Endik Koeswoyo. (NV29)


Endik meninjau lokasi shooting tayangan serial Di Sebelah Ada Surga
yang akan tayang Ramadhan 2018 di SCTV

Foto-foto diambil dari situs Google, an koleksi pribadi Endik Koeswoyo.
Pewawancara : Novy E.R.

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.