Ariny NH "Penulis Disabilitas dengan Karya Tak Terbatas"



Penulis dengan Penerbit Indie
Ariny Nurul Haq, itulah nama lengkap dari seorang wanita berdarah Kalimantan ini. Wajahnya cantik, karyanya pun menarik. Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos seringkali membuat lawan bicaranya tertawa sepanjang perbincangan. Lima tahun menjadi penulis, Ariny telah melahirkan banyak karya berupa novel. Hingga 2017, Ariny telah menghasilkan 30 novel terbitan beberapa penerbit, termasuk penerbit indie yang ia buat sendiri. Keinginannya membuat penerbit indie bukan hanya sekedar mencari keuntungan pribadi, tapi tujuan utamanya adalah membantu para penulis pemula untuk menerbitkan novelnya yang kerap susah masuk ke penerbit besar (mayor). Melalui penerbit Arsha teen, Ariny juga kerap memimbing para penulis pemula dalam teknik tulis-menulis. 

Ketekunannya dalam menulis akhirnya membuahkan hasil. Di tahun 2016, Ariny masuk dalam daftar 21 tokoh yang #BikinKerenIndonesia melalui "Anugerah Telkomsel 2016". Ariny terpilih berkat karyanya Novel “online”. Karya-karya yang ditulisnya membuat Ariny makin populer. Ariny beberapa kali menjadi bintang tamu sebaga tokoh yang dianggap menginspirasi melalui karya tulisnya. Entah berapa kali ia sudah diwawancara, yang pasti dua hal yang paling berkesan bagi Ariny adalah saat dirinya diundang khusus ke Jakarta untuk menjadi bintang tamu dalam program talk show “Hitam Putih” di Trans7 yang dibawakan oleh pesulap tersohor Deddy Corbuzier. Sepulang dari acara “Hitam Putih”, nama Ariny kian melejit. Ariny pun mulai kebanjiran panggilan menjadi pembicara dan pengisi dalam seminar menulis di daerah tempat tinggalnya, di Banjarmasin. Pengalaman diwawancarai di program “Hitam Putih” tentu sama berkesannya dengan pengalamannya saat hadir dalam acara “Panggung Prestasi Anak Banua” di TVRI beberapa tahun sebelumnya. Dari wawancara di TVRI Kalsel itu, Gubernur Kalsel langsung memborong semua novel yang ditulis Ariny dengan total harga 3,5 juta rupiah.

Ariny berfoto dengan penghargaan yang diperolenya dari "Anugerah Telkomsel 2016" sebagai penulis Novel "Online"

Ariny saat menerima penghargaan sebagai 21 tokoh #BikinKerenIndonesia
pada "Anugerah Telkomsel 2016" di Jakarta

Nama Ariny NH. terrcantum pada urutan ke-18 sebagai penerima penghargaan
"Anugerah Telkomsel 2016"
Larangan Orang Tua Menjadi Penyemangat Berkarya
Kiprahnya di dunia tulis menulis tentu tak selalu berjalan mulus. Anak pertama dari dua bersaudara ini pernah merasakan bagaimana susahnya memulai karir menjadi penulis, termasuk tak adanya dukungan dari orang-orang sekitar. Dalam ceritanya kepada JPI melalui pesan singkat whatsApp, sebelum memutuskan untuk berkarir di dunia tulis menulis, Ariny sempat mendapat tentangan dari orang tuanya. Kedua orang tuanya menilai bahwa keputusan Ariny untuk menjadi penulis bukanlah pilihan yang tepat, karena anggapannya menulis adalah pekerjaan tak berpenghasilan tetap. 

Novel karya Ariny NH sejak 2012 disimpan rapih dalam rak pribadinya
Tahun 2012, Ariny memutuskan untuk membeli sebuah komputer bekas. Selama setahun pertama menulis, Ariny masih belum mendapatkan dukungan penuh kedua orang tuanya. Namun, tekadnya yang kuat untuk menjadi penulis membuat Ariny tetap melanjutkan hobinya tersebut. “Ortu sempet ngelarang karena 1 tahun gak kunjung menghasilkan duit. Tapi tetep keukeuh yakinin mereka, bahwa penulis bukan pekerjaan sia-sia. Begitu di-acc (terima) mayor baru mendukung penuh”, curhat Arini kepada tim JPI. Seiring berjalannya waktu, Ariny akhirnya mengantongi dukungan penuh orang tuanya. Dukungan itu baru Ariny dapatkan setelah novel tulisannya berjudul Kukembalikan Cintamu diterima dan diterbitkan oleh penerbit mayor, Zettu (2013). Dari situlah Ariny semakin semangat untuk melahirkan karya-karyanya. Sepuluh jari jemarinya yang terus menari di atas keyboard komputer membuatnya kian terlatih menjadi penulis handal tanah air, hingga pada akhirnya novel pertamanya berjudul “Kuntilanak Gaul” pun hadir menambah daftar karya fiksi di Indonesia. 

Ariny saat sesi wawancara dengan Duta TV Kalsel

Ariny saat sesi wawancara dengan Duta TV Kalsel
Perjuangan Ariny agar naskahnya diterima penerbit pun cukup tertatih-tatih. Namun, itulah Ariny wanita kuat yang pantang menyerah. Meski kerap ditolak penerbit, Ariny terus berusaha menawarkan naskahnya tanpa rasa bosan. Jika naskah yang satu ditolak, Ariny beranggapan masih ada naskah-naskah berikutnya yang siap Ariny kirimkan ke penerbit yang sama. Usahanya itu pun berbuah hasil, sampai akhirnya sang penerbit menerima naskahnya dan menerbitkannya dalam bentuk novel karya Ariny NH. Selama karyanya terbit, Ariny terus menerima royalti dari penerbit. Royalti dari hasilnya menulis ia belanjakan keperluannya, mulai dari membeli perangkat elektronik seperti, tablet, handphone, televisi, hingga jalan-jalan ke kota kelahirannya, Solo dan juga beberapa tempat yang Ariny suka. Bagi Ariny, royalti tak perlu dikejar, karena rezeki akan datang dengan sendirinya selama ia terus berusaha. “Santai aja. Aku gak ngejar duit kok. Kalau emang rezeki gak bakal kemana,” ucapnya singkat.



Diejek “Cebol“ Ariny Tetap Cuek 
Fisiknya tak sesempurna wanita pada umumnya. Namun, semangat dan rasa percaya dirinya mampu mengalahkan orang-orang yang ada disekitarnya. Sejak kecil, anak dari pasangan suami-isteri, Muslim dan Aidatun Nasikin ini lahir dengan anggota tubuh yang tidak sempurna. Perkembangan fisiknya yang berbeda jauh dari teman sebayanya membuatnya kerap diledekin “cebol” oleh teman-temanya. Ejekan yang terus-menurus dilontarkan padanya praktis membuatnya minder berada di tengah-tengah orang yang berfisik utuh dan sempurna. Beruntung, Ariny masih punya teman-teman yang setia padanya. Sahabat-sahabatnya semasa SD di Surakarta dan Martapura terus memberi masukan padanya untuk mengabaikan ejekan-ejekan tak berguna tersebut sambil terus memberikan semangat pada Ariny. “Ya, waktu SD sering diledek cebol, tapi sahabat-sahabat di Solo meyakinkan aku bahwa aku juga memiliki kelebihan yang gak dimiliki orang lain,” ungkapnya lugas. 

Keterbatasan fisiknya tak mengurungkan niat Ariny untuk menamatkan sekolah. Berkat dukungan kedua orang tua dan keluarga besarnya, wanita yang mengidolakan pesinetron, Ammar Zoni ini pun berhasil menyelesaikan sekolah lanjutan tingkat atasnya melalui program Kejar Paket C.

Pesan Ariny pada Penyandang Disabilitas
Ariny, sadar ia berbeda dari teman-temannya. Tapi, Ariny selalu bangga dengan kemampuan yang sudah diasahnya sejak kecil. Sejak SD Ariny gemar membaca, dan ketika MTs. ia paling jago pelajaran Bahasa Indonesia, sampai-sampai guru Bahasa Indonesia-nya bernama Bu Tina menyarankannya untuk mengembangkan bakatnya sebagai penulis. Bu Tina, sahabat-sahabatnya dan terkhusus orang tuanya adalah penyemangatnya untuk terus melahirkan karya-karya nyata. 

Satu prinsip yang Ariny pegang hingga sekarang adalah membuat dirinya yakin bahwa ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Fisiknya yang terbatas justru membuat Ariny makin produktif menulis yang pada akhirnya membuatnya dikenal luas. Bahkan, selain menulis dan mengurusi penerbit indie-nya  Arsha teen, Ariny juga menyibukkan diri berbisnis dengan membuka konter pulsa (Arsha Cell), serta percetakan foto (Arsha Print). Nama Arsha sendiri sengaja dipillih karena merupakan gabungan dari nama seseorang yang penah ia suka dan menjadi cinta pertamanya, serta nama Pasha (Ungu Band). 

Ariny saat tampil dalam sebuah acara di Kalsel

Ariny berfoto dengan Dita Faisal (Reporter & Presenter Berita tvOne)
 di rumah tantenya di Cipinang, Jakarta Timur
Ariny bukan terlahir dari keluarga kaya. Ibunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga, sementara Ayahnya pekerja lepas yang mengawali pekerjaanya sebagai pedagang intan di Kalilarangan, Solo. Melalui tim Jaringan Penulis, Ariny berpesan pada mereka yang tidak sempurna secara fisik agar tidak risau dengan perkataan orang lain yang bernada sumbang dan menjatuhkan. Penulis yang bercita-cita menjadi penyiar radio ini ingin agar para penyandang disabilitas terus mengasah kemampuan yang tersembunyi di balik ketidak sempurnannya. “Jangan peduliin kata orang, terus asah kemampuan dan nikmati proses berkarya,” pesannya pada penyandang disabilitas. 

Ariny akan terus berkarya membuat tulisan yang membuatnya dan pembaca bahagia. Ia ingin kisah hidupnya menginspirasi banyak orang dengan menjadi wanita inspiratif layaknya motivator idolanya, Merry Riana. 

Ariny di sela-sela acara Bedah buku #KauBegituSempurna di Perpusnas, Kalsel

Ariny saat menjadi pembicara dalam seminar menulis anak Muhammadiyah

Profil:
Nama Lengkap: Ariny Nurul Haq
Nama Populer: Ariny NH.
Lahir: Solo, 16 September 1991
Ayah: Muslim
Ibu: Aidatun Nasikin

Pendidikan:
SD : Al-Amin Surakarta dan SDN Tambak Anyar, Martapura
SMP : MTs. Puteri Al-Amin
SMA : Paket C

Penghargaan:
Masuk dalam daftar 21 tokoh yang #BikinKerenIndonesia melalui Anugerah Telkomsel 2016 berkat karyanya Novel “online”.

Karya: 
1. Novel “Kuntilanak gaul” (DeKa publisher) 
2. Novel “Diantara Dua Pilihan” (Deka publishing, 2012)
3. Novel “Ketika cinta semerah darah” (Goresan pena publishing, 2012)
4. Novel “Love Storm in Seoul” (Diandra creative, 2012)
5. Novel “Susan Ngesot” (diandra, 2013) 
6. Novel “Ketika Hati Merelakan Cinta (diandra, 2013)
7. Novel “Kukembalikan Cintamu” (Zettu, 2013)
8. Novel “Kamu Adalah Cintaku” (Rumah oranye, 2013)
9. Novel “Kesempurnaan Cintamu” (Pena house, 2014)
10. Novel “Pantaskah gue mencintainya?” (anggota ikapi, 2014) 
11. Novel “Misteri Hilangnya Hati Manusia” (Hamazah Book, 2014)
12. Novel “The Real Prince” (Alif Gemilang Pressindo, 2014)
13. Novel “Sumpah Cinta” (Arsha teen, 2015)
14. Novel “Cinta di 7 Keajaiban Dunia (pena house, 2015)
15. Novel true story “Kau Begitu Sempurna” (Wahyu Qolbu, 2015)
16. Panduan menulis “1 Bulan 1 novel? Siapa Takut!” (Arsha Teen, 2016)
17. Novel “Sandiwara Cinta” (Arsha Teen, 2016)
18. Novel “7 Misteri di Korea” (Arsha Teen, 2016)
19. Novel “Blog Kematian” (Arsha Teen, 2016)
20. Novel “September Wish” (Arsha Teen, 2016)
21. Novel “Melepasmu untuk Sementara” (Arsha Teen, 2016)
22. Novel “Pengantin Galau” (Arsha Teen, 2016)
23. Novel “Mr. Boros vs Miss Perhitungan” (Arsha Teen, 2017)
24. Novel “Rindu Mantan” (Media Ilmu, 2017)
23. Novel “Mr. Boros vs Miss Perhitungan” (Arsha Teen, 2017)
24. Novel “Rindu Mantan” (Media Ilmu, 2017)
25. Novel “7 Somplak Mengejar Primus” ( Arsha Teen, 2017)
26. Novel “Malaikat Patah Hati” (Arsha Teen, 2017)
27. Novel “Kacamata Kematian” (Arsha Teen, 2017)
28. Nonfiksi “Bisnis Penerbit Indie? Gampang-gampang sulit” (Arsha Teen, 2017).
29. Novel “Tukang Masak PD selangit” (Arsha Teen, 2017)
30. Novel “Diteror Mantan” (Arsha Teen, 2017)

Media Sosial:
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.