Pone Syam, Penulis Tangguh Pantang Mengeluh

Kesan pertama saya terhadap perempuan berusia 30 tahun ini cukup unik. Selain namanya yang sedikit membuat salah paham, juga karena ia merupakan tipe perempuan yang tidak pelit dengan ilmu dan informasi apapun. Apapun yang ia ketahui akan diberitahukan dengan jelas dan terbuka. Selain itu, Pone Syam juga sangat positif. Sikap positifnya itu juga yang membuat banyak sinopsis-sinopsisnya berseliweran di media sosial. Dibagikan secara terbuka dan tanpa takut apa-apa.
Pone Syam
Pone Syam yang memiliki nama asli Rahmayunawati Daeng Pone ini lahir di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ia membagikan sinopsis-sinopsisnya di media sosial bukan tanpa alasan. Keyakinannya bahwa ketika dia membuka rezeki untuk orang lain, maka rezekinya pun akan dibukakan oleh Allah SWT. Sebuah pemikiran yang sangat luar biasa di tengah persaingan ketat.
Sebenarnya bukan hanya sinopsis FTV yang menjadi hasil karya Pone Syam. Dua novel dan cerpen pun menjadi buah karya hasil pemikirannya. Dua novel yang telah terbit itu berjudul Semua Indah Pada Waktunya dan Believe Me. Dua novelnya di terbitkan secara indie.
Novel Semua Indah Pada Waktunya, salah satu karya Pone Syam
Ia hampir setiap hari menulis cerpen, menurutnya menulis cerpen seperti menabung harta karun. Cerpen-cerpen itu suatu saat akan berguna, bahkan bisa menjadi sebuah cerita FTV. Salah satu cerpennya yang telah menjadi antologi adalah Cinta Membuatku Terpedaya.
Antologi Cerpen yang memuat cerpen milik Pone Syam
Pone Syam tidak terlalu antusias menceritakan novel dan cerpennya. Ia lebih memilih menceritakan jatuh bangun memasuki dunia Sinopsis dan skenario FTV.

Sinopsis FTV yang Menarik Hati
Perkenalan anak pertama dari dua bersaudara ini dengan dunia FTV dimulai ketika berkenalan dengan Ronni Buluk di media sosial. Ronni Buluk inilah yang pertama kali mengajari Pone Syam untuk menulis sinopsis FTV. Ia diajari sampai bisa, setelah itu Pone Syam diperkenalkan dengan seorang produser di sebuah PH yang memproduksi FTV. Tapi sayang, saat itu sinopsisnya ditolak. Kecewa? Pasti, Pone Syam memutuskan berhenti menulis. Ia meninggalkan kegiatan yang menjadi detak jantungnya.
Pone Syam yang berhenti menulis justru merasakan kekosongan. Detik demi detik waktunya hanya dihabiskan untuk melamun. Ia kehilangan semangat dan keinginan untuk melakukan apapun. Sang suami, Syamsuddin, merasa takut jika di biarkan Pone Syam akan depresi. Akhirnya ia meminta Pone Syam untuk kembali menulis.
Menuruti permintaan suaminya, Pone Syam kembali menulis. Melanjutkan denyut nadinya yang sempat terhenti sejenak. Perkenalannya dengan Exan Zen justru semakin membawa angin segar. Ia mendapat tawaran untuk menulis FTV Kuasa Ilahi 2 pada bulan Juli 2017. Ini adalah debut pertama Pone Syam menapaki dunia FTV. Tiga Sinopsisnya yang berjudul Kuburan Menyempit, Petaka Penebar Ranjau Paku, dan Kosmetik Racikan tayang di televisi. Semangat Pone Syam pun bertambah besar.
“Honor pertama di dunia televisi itu luar biasa. Meski jumlahnya hanya ratusan ribu. Tapi, rasanya seperti mendapat dua puluh jutaan. Apalagi suami saya yang hanya petani dan penceramah. Rasanya luar biasa membalas pengorbanannya,” suara Pone Syam terbata-bata. Pengalamannya tak hanya sampai di sana, ia juga menulis sinopsis untuk FTV Cermin Kehidupan dengan judul mata Hati Hafiz dan Anak Pemulung Menjadi Dokter.
FTV karya Pone Syam yang tayang pada program Cermin Kehidupan
Seiring berjalannya waktu, Pone Syam juga mulai belajar skenario. Ia ingin terus meningkatkan kemampuannya dan tak berhenti di suatu titik. Penolakan demi penolakan membuatnya semakin banyak belajar. Naskah yang sudah berpuluh-puluh lembar ditulis itu seperti di lempar di depan mukanya sendiri. Tapi seperti naskahnya yang ditolak, ia juga menolak untuk berhenti. Kegigihannya ditolak justru memperkenalkannya pada profesi baru sebagai ghost Writer.

Ghost Writer, Sama Seperti Namanya
Cerita menarik lainnya dari seorang Pone Syam adalah ketika ia menjadi ghost writer. Kesempatan ini datang ketika naskah skenario Pone Syam di tolak. Perjuangan yang gigih membuahkan hasil sebuah tawaran untuk menjadi ghost writer. Tawaran ini tak disia-siakan Pone Syam. Menjadi ghost writer akan mengasah kemampuannya dalam menulis.
Pone Syam berkali-kali mengambil pekerjaan sebagai ghost writer. Salah satunya adalah dengan menjadi ghost writer penulis asal Malaysia. Pendapatannya sebagai ghost writer ini cukup besar bahkan mencapai angka 7 juta rupiah untuk satu naskah yang berhasil dikerjakannya.
Tapi sayangnya sebagai ghost writer, Pone Syam tidak bisa mencantumkan namanya. Hal ini sangat berpengaruh pada kesempatan besar menjadi penulis mandiri. Pone Syam tidak bisa mencantumkan karya yang berhasil dibuatnya di profil pribadinya. Itu juga kenapa ia menyebut profesi ini sebagai hantu. Meski begitu ia tidak kapok menjadi seorang ghost writer.
“Menjadi ghost writer itu untuk mencari uang. Satu naskah saja bisa lebih dari lumayan. Sedangkan menulis itu refreshing untuk ketenangan jiwa. Dua hal yang berbeda tentunya.”
Maski terkesan pahit, tapi Pone Syam menjelaskan bahwa menjadi ghost writer bukan pengalaman pahit. Pengalamannya hanya pembelajaran untuk hati agar bisa lebih ikhlas, sabar, dan tak mudah putus asa. Meski ia masih mau mengambil pekerjaan sebagai ghost writer, tapi saat ini ia lebih memilih menjadi penulis mandiri.

Kisah Pone dan Syam
Berbicara tentang Pone rasanya tak adil jika tak ikut menyebukan nama Syamsuddin. Nama yang sengaja disematkan dan tak terpisahkan dari nama Pone Syam. Meski nama itu juga yang kadang menjadi pemicu kesalahan pahaman, karena sering dikira laki-laki.
Pone bukalah siapa-siapa tanpa Syam. Dan hal ini bukan hanya isapan jempol belaka. Bukan hanya ditulis untuk menghargai Syam, dari nama Syamsuddin, sebagai suaminya. Tapi Pone benar-benar tak akan mejadi sekarang ini tanpa Syam.
Syam yang berprofesi sebagai petani dan penceramah ini yang terus mendorong agar Pone terus menulis dan tak putus asa. Tanpa ragu-ragu, Syam mengambil alih hampir seluruh tugas rumah tangga Pone. Dan meminta Pone hanya fokus menulis, menghasilkan karya. Dukungan nyata ini yang membuat Pone semakin bersinar. Bagi Pone, keridhoan dan keikhlasan Syam yang membukakan rezeki dan keberhasilan baginya.
Saat ini, Pone Syam sedang mengerjakan skenario bersama Rina April Melina untuk program Anak Negeriku di JakartaTV, yang baru berjalan 3 episode. Selain itu, ia juga menularkan kegiatan menulis pada Syam untuk menulis materi dakwahnya di media sosial.
Pone Syam berpesan siapa pun yang ingin memasuki dunia skenario harus memiliki tekad sekuat baja, pantang mundur. “Kalah dalam medan perang itu biasa, tapi ketika kalah, pelajari strategi perangnya dan menangkan peperangan selanjutnya,” tambah Pone Syam. SKSD dengan penulis juga menjadi strateginya. Dia mengingatkan bahwa banyak silaturahmi akan mendatangkan banyak rezeki.
Lagi-lagi pesan yang penuh energi positif. Pone Syam memang penulis paling pantang mundur. Ia tahu ada seribu pintu yang akan terbuka ketika satu pintu tertutup untuknya. Kesempatan bisa diraih hanya jika kita mencoba. #tia

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.