SINOPSIS FTV CINTAKU KEPATUK PETERNAK GANTENG

SINOPSIS FTV 
CINTAKU KEPATUK PETERNAK GANTENG



Cerita & Skenario
Endik Koeswoyo
Dito Sahari



     Ardiansyah, 25 tahun, adalah peternak ayam sukses yang menyetok hasil pemotongannya ke beberapa restoran di jakarta. Ia jomblo akut karena lebih suka menghabiskan waktu di kandang bersama Senorita, ayam kesayangannya daripada berkencan. Ardi tidak punya keinginan untuk kuliah karena menurutnya, kerja keras lebih penting daripada pendidikan. Ardi tinggal bersama ibunya yang cerewet soal pacar. Rini, 24 tahun, baru saja diangkat sebagai kepala restoran ayam geprek pasca kakeknya meninggal karena terkena serangan jantung. Ia masih berstatus mahasiswi dan orang tuanya sudah lama meninggal dalam kecelakaan pesawat. Keadaan itu membuat Rini otomatis menjadi pewaris tunggal.

     Restoran milik kakek Rini adalah salah satu langganan tempat pemotongan ayam Ardi. Tapi yang jadi masalah di sini Rini phobia ayam. Ia bahkan sudah menyusun rencana untuk mengganti menu ayam dengan soto sapi. Rini punya pacar matre, Komo, 25 tahun yang diam-diam tanpa setahu Rini, berniat menjaminkan restorannya itu dengan uang dalam jumlah besar. Hari pertama menjabat jadi kepala restoran, Rini terkejut saat tahu kakeknya telah menginvestasikan separuh uang restorannya untuk pengiriman ayam selama setahun ke depan.

     Rini yang marah karena tidak bisa mengganti menu restorannya, dengan seenaknya membatalkan pesanan ayam segar dari Ardi. Ia bahkan berani menuntut Ardi untuk mengembalikan sisa uang investasi. Ardi tidak mau dan berdalih kalau uang itu sudah dipakai untuk menutupi kerugian rumah potongnya kemarin. Ratusan ayam ternaknya mati karena keracunan makanan. Keduanya terus bertengkar dan tidak menemui titik terang. Ardi bingung sekaligus takut dengan ancaman Rini. Untungnya, ia punya perjanjian di atas materai. Jadi, meski dongkol, pada akhirnya Rini tidak berkutik.
    
     Seminggu kemudian, Rini yang juga sibuk nyambi kuliah, memutuskan menerima tawaran Komo untuk mengambil alih kuasa restorannya. Kesempatan itu digunakan Komo untuk mengambil sertifikat tanah juga bangunan. Bisa ditebak bagaimana terkejutnya Rini saat dua hari setelah Komo menghilang, para penagih berdatangan. Itu benar-benar waktu tersulit yang dialami seorang Rini. Demi mempertahankan kelangsungan restoran kakeknya, Rini rela menjual rumah dan mobilnya. Tidak hanya sampai di situ, saking bangkrutnya, ia harus kehilangan karyawan sekaligus koki karena tak sanggup membayar gaji.

     Rini frustasi. Ia hanya punya ayam mentah kiriman rutin dari Ardi juga sisa bumbu kering untuk sebulan ke depan. Ia benci ayam. Bagaimana mungkin Rini mampu membuat masakan enak jika ia saja sudah jijik saat melihatnya. Hari pertama tanpa karyawan, Rini menutup restorannya karena beberapa pelanggan mengeluhkan rasa masakan Rini yang hambar. Wajar, karena meski punya resep rahasia, Rini benar-benar tidak bisa mengolah makanan apapun dengan bahan dasar ayam. Pengalaman tidak menyenangkan saat masih kecil, menimbulkan phobia yang sulit disembuhkan.

     Lama-lama Ardi kasihan juga. Rini yang mulanya galak, berubah melow dan kacau. Ibu Ardi menasehati Ardi untuk membantu menyembuhkan phobia Rini dengan mengajaknya ke peternakan mereka. Bahwa ayam juga seperti manusia, tidak semuanya asal matuk. Awalnya memang sulit karena Rini ogah dekat-dekat Ardi. Tapi demi kelangsungan hidupnya sebagai pemilik restoran ayam, Rini setuju juga.  Ibu Ardi kegirangan karena selama hidup, Ardi baru pertama kali ngajak cewek ke rumah. Sedang Rini, ia senang karena kehangatan ibu Ardi mengingatkannya pada ibunya yang sudah meninggal.

     Selama Rini ada di sana, Ardi dengan telaten memberitahu Rini beberapa hal. Tentang kebiasaan juga cara merawat ayam agar bisa menghasilkan daging juga banyak telur. Lama kelamaan, kebenciannya pada ayam berangsur hilang. Bersamaan dengan itu, Rini diam-diam jatuh cinta pada Ardi. Sayangnya, Ardi lebih peduli pada ayam betinanya, Senorita.

     Dibantu ibunya Ardi, Rini berusaha bangkit melawan keterpurukannya. Restoran ayam geprek milik sang kakek kembali dibuka. Keadaan semakin sulit karena persis di sebelah restorannya, ada restoran baru dengan menu andalan yang sama. Usut punya usut, ternyata tidak hanya sertifikat, tapi menu rahasia ayam geprek Rini ikut dijual Komo di media sosial. Alhasil, pelanggan setia restoran Rini, sudah berpindah ke sana.

     Di tengah keputus asaan, tanpa sengaja Rini ingat pernah menyimpan resep ayam panggang buatan ibunya. Pertama kali masak, Rini langsung suka. Hasilnya cukup memuaskan karena selalu habis setiap harinya. Begitu omset restoran terus meningkat, Rini mulai merekrut pegawai lagi. Keuangannya perlahan membaik dan tak lama, Komo tiba- tiba muncul untuk minta maaf. Ia membuat-buat alasan bahwa orang tuanya sakit parah dan butuh biaya berobat.

     Ardi cemburu. Jika awalnya ia tidak suka, pada akhirnya, dongkol setengah mati karena Rini ia anggap terlalu bodoh karena percaya begitu saja bualan Komo. Untuk membuktikan ucapannya, Ardi membuntuti Komo, merekam aktivitas mantan Rini itu untuk sekedar membuktikan ucapannya. Setelah bukti cukup kuat, Komo mati kutu. Tidak berkutik saat Rini menanyakan banyak hal janggal padanya.

     Ternyata Komo juga terlibat aksi penipuan lain. Ia diringkus oleh polisi di hadapan semua orang. Di hari yang sama, saat restorannya tutup, Ardi menyatakan cintanya. Rini bahagia, begitu juga ibu Ardi yang akhirnya bisa menyingkirkan Senorita (ayam betina peliharaan Ardi) dari tuannya.

-   SEKIAN -

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.