IKLAN

SINOPSIS FTV REGULER “ARSITEK IMUT PLUS JAGO URUT, BIKIN HATI KEPINCUT


SINOPSIS FTV REGULER  
ARSITEK IMUT PLUS JAGO URUT, BIKIN HATI KEPINCUT”

Ide cerita  &  Skenario

Mei 
Endik Koeswoyo



Beby (25 tahun) adalah cucu semata wayang dari Merry (65 tahun), pemilik perusahaan real estate terbesar di Jakarta. Sebagai calon pewaris tunggal, Beby diharuskan menjalani uji coba memimpin perusahaan selama tiga bulan. Awalnya Beby menolak karena merasa tidak sanggup memimpin perusahaan sebesar itu, namun karena bujukan Bram (28 tahun), pacarnya, akhirnya Beby menyanggupi permintaan Omanya tersebut.
Hari pertama Beby di kantor, Bram datang berkunjung. Melihat Beby yang tampak kebingungan, dengan sigap Bram memberi bantuan. Beby merasa senang, ia pun meminta Bram untuk terus menemani dan membantunya di kantor. Dengan alasan kelak akan menjadi suami istri, Bram setuju untuk membantu Beby. Beby jadi semakin jatuh cinta.
Satu minggu berlalu, Merry melakukan sidak ke kantor. Betapa kagetnya ia, saat mendapati laporan pengeluaran kas yang membengkak. Banyak sekali catatan pengeluaran pribadi di sana. Merry menegur Beby, tapi Beby mengelak. Beby mengaku tidak tahu-menahu soal itu. Merry curiga pada Bram, tapi lagi-lagi Beby membantah. Menurutnya, Bram tidak mungkin melakukan semua itu. Merry tak ingin berdebat, ia mengalah kala itu.
Keesokan paginya, Beby dikejutkan dengan teriakan Merry dari dalam kamar. Beby langsung berlari menghampiri. Didapatinya Merry tergeletak di kamar mandi. Ternyata Merry jatuh terpeleset. Beby hendak membawa Merry ke rumah sakit, tapi Merry menolak. Ia malah meminta Beby untuk menjemput tukang urut langganannya, Minah (52 tahun). Beby langsung meluncur dengan patuh.
Sesampainya di rumah Minah, Beby mendapati Minah yang sedang terbaring sakit. Saat Beby sedang bingung harus bagaimana, tiba-tiba muncul Romeo (26 tahun), anak Minah. Minah langsung meminta Romeo untuk menggantikannya mengurut Merry. Beby semakin bingung, tapi ia tak punya banyak waktu, maka dibawanya Romeo pulang ke rumahnya.
Sepanjang jalan Beby mencoba ramah dengan mengajak Romeo mengobrol. Tapi Romeo yang pendiam hanya memberi respon seadanya. Tentu saja itu membuat Beby kesal. Ia menganggap Romeo sangatlah sombong. Sesampainya di rumah, Beby langsung mengantar Romeo ke kamar Merry. Selesai mengurut Merry, Romeo pamit. Merry meminta Beby mengantar Romeo, tapi Beby menolak karena terlanjur kesal pada Romeo. Merry memaksa, akhirnya mau tak mau Beby menurut.
 Suatu siang, Beby dan Bram menemui Tomy (40 tahun), kliennya di proyek. Betapa kagetnya Beby saat Tomy memperkenalkan arsitek rekanannya adalah Romeo. Atas saran Bram, Beby membujuk Tomy untuk mengganti Romeo dengan arsitek rekanan Bram, yang pastinya lebih baik. Bahkan, Beby menyinggung pekerjaan sampingan Romeo sebagai tukang urut.
Tomy termakan bujukan Beby dan Bram. Ia mengganti Romeo secara sepihak. Romeo sempat protes, tapi ia pun tak berdaya. Dengan hati hancur Romeo pulang. Harapannya untuk mendapat uang banyak dari proyek tersebut lenyap sudah. Padahal uang itu akan ia gunakan untuk biaya berobat Minah.
Satu minggu kemudian. Sore hari, Beby baru pulang dari kantor. Seperti biasa ia menemui Merry sebelum beristirahat di kamar. Dari depan kamar terdengar suara Merry sedang mengobrol dengan seseorang. Beby mengintip, ternyata ada Romeo di sana, sedang mengurut Merry. Beby buru-buru bersembunyi di balik tembok sambil menguping pembicaraan mereka. Di situlah Beby mendengar tentang penyakit Minah. Dengan rasa bersalah, ia pergi ke kamarnya.
Keesokan harinya di kantor, Beby menceritakan semuanya pada Bram. Ia berencana menghubungi Tomy untuk kembali mempekerjakan Romeo di proyek mereka. Tapi, Bram langsung melarang. Dengan segala bujuk rayu, Bram berhasil menghentikan niat Beby.
Demi menebus rasa bersalahnya, sepulang kantor Beby mendatangi rumah Minah. Kebetulan Romeo sedang tidak di rumah, sehingga Beby lebih leluasa dan tenang mengobrol dengan Minah. Sebelum pulang, Beby bermaksud memberikan uang bantuan untuk berobat Minah. Tapi sialnya, Romeo tiba-tiba datang dan langsung menolak pemberian Beby, bahkan mengusir Beby. Dengan sedih Beby pun pulang.
Pagi-pagi, Beby dikejutkan dengan telepon dari sekretarisnya yang mengabarkan bahwa Tomy datang ke kantor dan marah besar. Tanpa pikir panjang, Beby bergegas ke kantor. Betul saja, setibanya di kantor, Tomy menyambutnya dengan omelan. Proyek yang seharusnya sudah berjalan, malah belum disentuh sama sekali. Beby langsung menghubungi Bram, tapi tak kunjung berhasil. Akhirnya Tomy memberi peringatan, jika dalam waktu satu bulan proyeknya tidak rampung, Beby harus membayar ganti rugi sebanyak lima kali lipat dari nilai kontrak.
Beby mulai panik. Ditambah lagi laporan dari bagian keuangan bahwa dana kontrak dibawa lari oleh Bram. Beby terus berusaha menghubungi Bram, tapi nihil. Ia memutuskan mendatangi cafe tempat Bram biasa nongkrong, tapi juga tak berhasil menemukan pacarnya itu. Beby benar-benar kalut. Ia ingin segera pulang untuk menenangkan diri, tapi karena tidak hati-hati, kakinya malah menyandung trotoar dan terjatuh.
Saat Beby sedang kesakitan, kebetulan Romeo lewat di situ. Ia berhenti dan menolong Beby. Awalnya Beby menolak karena gengsi, tapi akhirnya ia menyerah, karena untuk berdiri saja kakinya sakit sekali. Romeo mengantar Beby pulang. Sesampainya di rumah, Romeo memeriksa kaki Beby yang terkilir, lalu membantu mengurutnya. Beby terus saja menjerit kesakitan dan menolak untuk diurut. Untuk mengalihkannya, Romeo mengurut Beby sambil mengajaknya ngobrol.
Tanpa disadari, Beby malah mencurahkan semua kekesalan dan kepanikannya. Romeo mulai bersimpati. Ia pun menawarkan diri untuk membantu Beby. Beby merasa malu, ia lantas meminta maaf atas sikapnya tempo hari. Untuk menebus salahnya, Beby menjanjikan upah dua kali lipat jika Romeo berhasil membantunya. Keduanya pun sepakat. Mulai saat itu, mereka berdua jadi sering bertemu, dan perlahan benih cinta pun mulai tumbuh.
Satu bulan berlalu, dan proyek pun rampung tepat waktu. Tomy mengaku sangat puas dengan hasil kerja Beby dan Romeo, dan berencana akan membuat kontrak yang lebih besar. Beby dan Romeo sangat senang. untuk merayakannya,mereka pergi makan ke sebuah cafe. Tanpa disangka, tiba-tiba Bram muncul. Ia mengarang berbagai alasan supaya Beby mau menerimanya kembali. Saat Beby masih ragu, Bram malah memeluk Beby, sehingga membuat Romeo jadi salah paham. Romeo pun meninggalkan mereka dengan hati terluka.
Malam hari, Beby mendatangi Romeo, bermaksud untuk meyakinkan perasaannya. Beby menjelaskan kejadian di cafe pada Romeo, tapi Romeo berlagak tak peduli. Beby memberanikan diri menanyakan perasaan Romeo padanya, tapi Romeo malah berbohong. Ia menutupi rasa kecewanya dengan penolakan tegas pada Beby. Merasa sudah mendapat kepastian, Beby pun pergi.
Bram berniat melamar Beby. Beby mengajak Bram bertemu dengan Merry. Merry merasa heran cucunya masih mau menerima Bram, setelah semua yang dilakukannya. Merry berpikir cepat, ia menunda waktu dengan alasan yang bijak. Mereka bertiga sepakat untuk bertemu lagi tiga hari ke depan, saat perayaan ulang tahun Beby.
Hari itu pun tiba. Halaman rumah sudah didekor dengan cantik. Begitu juga dengan Beby yang sudah didandani dengan sangat cantik. Tamu mulai berdatangan. Beby mencari sosok Romeo, tapi tak menemukannya. Hatinya sedih, tapi ia berusaha tetap tersenyum. Bram pun muncul dengan percaya diri,ia sangat yakin Merry akan menerimanya. Tapi Beby malah merasa ragu dengan pilihannya.
Acara puncak tiba. Merry memanggil Beby dan Bram untuk naik ke panggung. Sebelum mengumumkan pertunangan, Merry memanggil seseorang sebagai tamu istimewa. Betapa terkejutnya Bram, saat yang muncul adalah seorang wanita hamil yang wajahnya sangat ia kenal. Ya, wanita itu lalu memperkenalkan diri sebagai istri Bram, dan sedang mengandung anak mereka. Alih-alih membuat klarifikasi, Bram malah kabur begitu saja.
Beby juga sama shocknya. Ia hendak melarikan diri ke kamar karena malu, tapi karena langkahnya tak hati-hati, ia malah hampir terjatuh. Untung saja seseorang menangkap tubuhnya. Beby melongo, orang itu adalah Romeo. Dengan lantang, Merry memperkenalkan Romeo pada semua tamu, sebagai tunangan Beby yang sebenarnya. Beby tak percaya, ia meyakinkan Merry bahwa Romeo tak mencintainya. Tapi tiba-tiba saja Romeo berlutut di hadapannya, mengutarakan perasaannya yang sebenarnya dan memintanya menjadi istrinya. Beby menangis terharu. Ia langsung mengangguk setuju. Tepuk tangan para tamu pun riuh menambah sukacita malam itu.

-        SEKIAN -







KARAKTERISASI PEMAIN :

1. Beby (25 tahun)
Cantik, modis, setia. Sangat sayang pada Merry. Jatuh cinta pada Romeo.
2. Romeo (26 tahun)
Ganteng, sederhana, pekerja keras. Arsitek muda,tapi terkadang membantu Minah untuk mengurut pasien. Jatuh cinta pada Beby.
3. Bram (28 tahun)
Berpenampilan keren, pacar Beby. Materialistis. Sudah beristri, tapi mendekati Beby demi harta warisan.
4. Merry (65 tahun)
Omanya Beby. Pintar, sosialita, ramah dan baik hati. Pengusaha sukses yang hampir pensiun.
5. Minah (52 tahun)
Ahli urut langganan Merry. Sederhana, baik hati, mengidap penyakit.
6. Tomy (40 tahun)
Pengusaha kaya. Berpenampilan rapi, dan bersikap tegas.
7. Arsitek gadungan (teman Bram)
8. Istri Bram (sedang hamil)

Posting Komentar

0 Komentar