Puisi untuk Tia Martiana Surjatman

Puisi Untuk Tia Martiana
(Ciamis, 1 Maret 1986 - 22 Oktober 2018)

Tia Martiana adalah sahabat terbaik yang pernah dimiliki oleh Jaringan Penulis Indonesia. Tia menjadi inspirasi untuk kita semua, Vonis Cuci Darah Seumur Hidup tak lantas membuatnya pesimis menjalani hidup. Tia kini telah pergi, tapi tulisan-tulisannya membuat namanya abadi. Sebelum menghadap sang khalik, Tia acap kali menulis profil untuk sahabat JPI. Empat bulan sebelum kepergiannya, Dita Faisal sempat mewawancarainya lewat aplikasi pesan, whatsapp hingga lahirlah sebuah cerita nyata tentang Tia dan rasa sakitnya lewat sebuah tulisan berjudul  Vonis Cuci Darah Seumur Hidup, Semangat Menulis Tak Pernah Redup



Berikut ini adalah sekumpulan puisi dari anggota Jaringan Penulis Indonesia yang kita sebut Sahabat JPI untuk Almarhumah Tia Martiana.





SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #1

Oleh : Endik Koeswoyo - Sahabat JPI Jakarta

Aku mengenalmu dari tulisanmu

Aku mengetahui banyak tentang kamu, juga dari tulisanmu
Aku pernah tertawa, ketika membaca tulisanmu
Aku sering galau, ketika membaca tulisanmu
Aku pernah marah membaca tulisanmu
Hari ini aku sedih bukan karena membaca tulisanmu
Tapi aku sedih membaca kabar duka tentang kamu...



SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #2

Oleh : Nia Sahabat JPI Malang

Tia,

Dalam bangga aku mengenal
Sebuah nama yang akan kekal
Dia penuh cinta, tak pernah kesal
Dia tegar, laksana karang
Meski siapa tahu ia tengah berjuang
Dan kemudian ia kembali pulang...

SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #3

Oleh : Indah Pratiwi - Sahabat JPI Surabaya


Ragamu tak lagi bisa tersentuh
Namun harum jiwa mu tetap melayang merasuk kalbu
Sepintas aku mengenalmu
Sebuah nama
Dan secarik foto rupa dirimu
Tuhan telah berbaik hati
Memberimu tempat terindah disana
Tersenyumlah
Ingatlah 
Bahwa untaian doa selalu kami rangkai untukmu


SATU PUISI UNTUK TIA SURJATMAN #4
Oleh : Dede Hartini - Sahabat JPI Bandung

Aku dan engkau terlahir dan jatuh di jurang dunia yang berbeda.
Terjerembab di antara tebing pemisah namun menapaki belukar yang sama perihnya.

Engkau menyembunyikan luka di setiap ukiran kata, dan menutupinya dengan senyum riang.
Sementara aku terus mencurahkannya pada langit mendung yang bahkan tidak sudi memperdulikannya.

Engkau pulang tanpa terlebih dahulu bertatap senyum denganku di puncak.
Namamu harum mewangi bagai guguran kelopak mawar.

Tunggu aku dalam ketiadaan yang menyisakan inspirasi


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA#5

Oleh : Dewy Rose - Sahabat JPI Bekasi



Seperti mendung siang ini

Walau tiada hujan

Namun rinainya telah menitik

Di antara sudut netraku

Membasahi seluruh jiwa

Seolah nestapa

Namun ...

Kami kehilanganmu

Sahabat sejati dalam doa 

Untukmu Tia Martiana





SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #6

Arniyaty Amin - Sahabat JPI Makassar

Rinai Hati Untuk Tia
Kau degup yang mencoba tak redup
Kencan dengan dokter disisa hidup
Tapi ssnyummu menyemangati siapapun

Kau untaian kata ketabahan, keikhlasan dalam kesakitan
Kau mencipta ombak menyapa pantai 
Dengan debur tak henti

Hingga pagi tadi 
Nadimu menyerah diam meninggalkan duka
Duka kami duka terdalam atas kehilanganmu


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #7
Eka Wahyu Manduri -Sahabat JPI Jakarta Timur

Sebagai anak baru, aku tak mengenalmu.. 
Tapi sejak hari pertama ku gabung di grup yang kita ikuti, namamu langsung menggaung... 
Kala itu kau masih berjuang untuk setitik nafas... 
Kini perjuanganmu telah berakhir.. 
Tak ada memori tentang mu, memang. 
Tapi seuntai do'a ku sisipkan ke langit.. 
Selamat jalan mba Tia, ragamu boleh pergi tapi karya mu tetap di hati... 


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #8
Oleh: Satriani Sahabat JPI Makassar

Airmata tak dapat terbendung lagi 

seperti hujan yang membawamu kembali 
pada sang pencipta
dan kini, takkan ada lagi pesona pelangi 
pun senyum indah di wajahmu 

Selamat jalan malaikatku 

kuberucap terima kasih untukmu 
karena darimu kubelajar ketegaran

Dan kini namamu kan abadi 

dalam tulisanmu yang terpatri 
di setiap hati pembacanya 

Kuhanya bisa panjatkan doa 

semoga kau tenang di alam sana dan

diterima di syurga-Nya


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #9

Oleh: Satriani Sahabat JPI Makassar

Airmata tak dapat terbendung lagi

Hujan telah membawamu pergi
Kini tak ada lagi pesona pelangi 
Tak ada lagi senyum indah dari wajahmu
Terima kasih darimu aku belajar apa itu tegar
Namamu akan abadi bersama dengan tulisanmu
Selamat jalan Malaikatku

Doaku semoga Tuhan menyambutmu di surga-Nya


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #10

Oleh : Yulia Ang - Sahabat JPI Pacitan

Kita tak perlu bertemu untuk jadi sahabat.

Kita tak perlu jadi keluarga untuk saling support.
Perpisahan tak pernah menyenangkan, tapi ketika kusadari ada hikmah dari setiap peristiwa, hal itu membuka mataku, bahwa perpisahan itu baik untukmu ...

Sahabatku Tia, saudariku Tia ... 

Tiada lagi salam sapa darimu tiap hari layaknya mentari.
Tiada lagi canda dan gurauan yang membuatku lupa akan keluh dan sedihku.
Tiada lagi teriakan penuh semangat berderu, memacu seluruh angan dan citaku.
Aku tau tidak hanya aku ... pun kau di sana, juga pasti kehilangan. 
Aku sedih atas pergimu ... tapi aku bahagia atas kasih sayang Tuhan yang besar terhadapmu. Hingga Tuhan melepas segala sakit dan deritamu. 
Merangkulmu ke dekapan-Nya. 

Aku menangis atas pergimu ... 

Tapi aku tersenyum membayangkanmu pergi dengan tenang dan ikhlas untuk berada di Jannah-Nya. 

Lihatlah kami di sini semua kehilanganmu ... 

Tapi rasa syukur selalu bisa kami panjatkan melalui doa. 
Hanya doa sarana komunikasi kita kini ...
 Hanya doa yang bisa menghubungkan kita kini ...
Mbak Tia ... selamat jalan. 
Mbak Tia ... berbahagialah di sisi-Nya. 
Mbak Tia ... namamu akan selalu menjadi rindu di hatiku ... 
Mbak Tia ... Terima kasih atas segala dan semua yang telah Mbak Tia bagi terhadapku ... 
Mbak Tia ... tidurlah saudariku ... beristirahatlah dengan tenang ...

Yulia Ang tak akan pernah menjadi seperti ini, tanpa Tia Martiana binti Surjatman ...


Pacitan, 22 Oktober 2018

Sahabatmu, saudarimu ...


Yulia Ang


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #11

Oleh: Yuyun Sukarsih - Sahabat JPI Singkawang

Kak Tia

Wanita yang menutupi sakit dengan wajah bahagia
Seolah lupa, akan semua derita
Sebisa mungkin, ia membuat orang lain bahagia

Kak Tia

Satu nama yang tak mungkin kulupa
Begitu indah perangainya
Sampai-sampai membuat siapapun jatuh cinta

Kak Tia

Kini engkau telah tiada
Kembali kepada Sang Pencipta
Tak terasa terkuras habis air mata

Kak Tia

Kita memang hanya saling bersapa
Tapi sayangku sebesar samudera

Tenanglah di sana, sebab doa kan jadi penjaga


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #12

Oleh : Ilhidayatul Husna sahabat JPI Payakumbuh - Sumatera Barat

Puisi ini sengaja aku berikan untukmu,  saudaraku yg telah pergi meninggalkanku, mungkin aku bukanlah penyair yang handal, yang mampu menciptakan rangkaian kata seindah mutiara. Kini aku sendiri merangkai mimpi, melanjutkan mimpi yang sama denganmu.


Tia, 

Cintamu adalah pendorong semangat hidupku,
Ceritamu adalah penguat bagiku,
Perjalananmu adalah kekuatan bagiku,
Walau kau sudah pulang, kau tetap di sini,

Tersimpan selalu di dalam hati.


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #13

Oleh : Rafahlevi Sahabat JPI Bandung

Saat kutulis satu kata

Saat kurangkai satu bunga
Saat kulukis satu warna
Yang kukenang satu nama
Sahabatku Tia

Darinya datang sejuta cinta



Untuknya terhatur doa yang tak hingga


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA  #14

Oleh : Rara - Sahabat JPI Balikpapan


Tia Martiana,

Mungkin hanya aku yang tak mengenal sosokmu
Aku terlalu egois menghabiskan hampir semua waktuku hanya untuk pekerjaan 

Tia Martiana,

Aku menyesal tak sempat mengenalmu hingga tiba ajalmu
Hanya mendengar cerita dari sahabat betapa engkau menjadi wanita yang sangat menginspirasi
Meskipun hidupmu tergantung pada mesin-mesin pencuci darah, semangatmu tak pernah padam untuk berkarya.

Selamat jalan Tia Martiana...

Hanya doa yang bisa kupanjatkan untukmu
Semoga diberikan tempat terbaik di sisiNya
Dan terima kasih atas semua buah karya yang kau tinggalkan dari sisa-sisa napasmu

Semoga tetap dapat menginspirasi meski hanya tinggal nama.


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #15

Oleh : Helda Sahabat JPI Bogor

Tia,

Aku mengenalmu lewat grup sahabat JPI
Begitu baik, tegar dalam keheningan
Berkarya dengan hati
Semua menyayangimu
Allah ternyata lebih menyayangimu
Ya Allah dekaplah sahabatku
Tempatkanlah ia bersama orang-orang yang Engkau kasihi
Doaku menyertai kepergiaanmu
Aku ingin terus berkarya dan berkarya
Sebab engkau telah memotivasi.


Helda Toen Qeme


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #16

Oleh : Mei - sahabat JPI Bandung

Kamu adalah inspirasi,

pejuang tangguh di dunia literasi.
Sakit tak buatmu menyerah,
dan imanmu tak pernah kalah.
Kini perjuanganmu sudah usai,
selamat jalan Sahabat,

Beristirahatlah dalam damai.


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #17

Oleh : Nathania Jingga - Sahabat JPI Yogyakarta

Kau yang pernah mengisi candaku

Meskipun suaramu belum mampu kudengar
Itupun kita kali pertama bertemu hanya sekadar diksi
Kau lukiskan senyum manis di wajahku
Kala pertama baru kumulai meneteskan pena
Meracik sejumput diksi pada akun blogspot

Gayamu yang manis meneduhkan jiwaku
Wahai engkau si mbak yang kukagumi
Semoga ke pulanganmu menentramkan jiwamu
Seperti engkau yang pernah memayungi kalbuku

Mbak Tia, kueja  singkat namamu
Maaf, bila diksi memuisi doa ku sederhana
Ini kado terakhir yang spesial teruntukmu
Sebab, aku hanya mampu mengabadikanmu
Pada atau dalam sajak-sajak ku ini


Yogyakarta, 22 Oktober 2018


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #18

Oleh : Rahmat Setiadi  - Sahabat JPI Bekasi

Rahasia Ilahi yang bukan rahasia lagi

Kenal tanpa bertemu, berpisah tanpa suara
Sosok itu, aku memujanya di dalam hati
Tiada daya dan upaya,  senyum semangat  yang 
berjumpa
Sahabat yang tak pernah mati, mengajarkan kebahagiaan yang sejati.
Tia Martiana, terkenang karena karya, tanpa derita.


Bekasi, 22 Oktober 2018


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #19

Oleh : Ariny, NH  - Sahabat JPI Martapura

Dear Tia,

Awal aku mengenalmu, aku sudah yakin kamu orang baik.
Aku senang bisa mengenalmu. Kamu bisa menuliskan artikel tentang AT.
Keteguhanmu dalam melawan penyakit, patut diacungi jempol.
Aku sedih saat kamu telah pergi meninggalkanku, tapi satu sisi aku lega karena setidaknya kamu sudah sembuh. Tak merasakan sakit apapun lagi.
Aku hanya bisa berdoa, kamu dapat tempat terindah di sisi-NYA.

Salam cinta,


Ariny NH


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #20

Oleh : Farah Frastia - Sahabat JPI Pangkalpinang

Kau adalah sahabat, 

Tempat berbagi curhat meski tangan tak sempat berjabat
Kau adalah keluarga,
Tempat melipur duka walau diri sendiri memeluk lara
Kau adalah tetangga,
Begitu dekat meski jarak terbentang menganga

Tia, 

Meski bibirmu tertutup rapat,
Untaian katamu akan selalu kuingat
Meski tubuhmu membujur kaku,
Ketulusan hatimu meluluhkan kalbuku

Terimakasih, Tia


Sempat hadir dan menginspirasiku


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #21

Oleh : Siti Paryani - Sahabat JPI Bandung

Sahabatku Tia, 

Dia perempuan ayu, ceria dan tegar sekuat baja.

Semangatnya membakar asa demi kebangkitan sesama.

Tulisannya menebarkan cinta dan ketulusan.
Aku rindu Sahabatku Tia, dalam sepinya malam.

Bandung, 22 Oktober 2018



SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #22

Oleh : Widhi sahabat JPI Bandung

Selembar puisi untuk Tia


Tia,

Tak mudah bagimu berjuang melawan sakit
Namun, tak ada keluh yang terlukis di wajahmu
Tak ada lelah meski sakit kerap menyapamu
Hanya ada senyum, canda, tawa yang selalu kau hadirkan

Dalam semua peran yang kau mainkan dalam hidupmu

Inilah peran terbaikmu
Yang tetap tegar meski badai terus menghantam
Tak ingin kau perlihatkan sedikitpun rapuhmu

Dalam lelahmu, kau masih tetap hadirkan canda

Mengurai senyum di setiap sapa

Tia,

Kau adalah berlian untuk semua yang mengenalmu
Sosokmu begitu bersahaja
Hingga tak sanggup rasanya saat mendengar kepergianmu

Tia,

Tidurlah dengan tenang
Kau tak akan pernah hilang

Karna sosokmu akan selalu dikenang


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #23

Oleh : Fina Fatimah JPI Sukabumi

Teruntuk Tia,


Pagi ini langit disebelah selatan ikut mendung, melepas kepergianmu.

Dan Mentari berusaha menerobos melalui celah celahnya,
Seperti semangatmu.
Jejakmu akan tersimpan disini, 
Bahagialah kau disana.

Sukabumi, 23 oktober 2018


Fina Fatimah


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #24

Oleh :Jihan Suweleh - Sahabat JPI Jakarta

Kesedihan menyeretku

menjadi hujan pada makammu.
Senyum menghamba di wajahmu
memeluk kesepianku.
Tia, adakah yang lebih baik dari kebaikan-kebaikanmu?

Adakah yang lebih duka dari ketiadaanmu di hidupku?


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #25

Oleh : Dian Novandra - sahabat JPI Jambi


Aku dan kamu belum pernah bersua 

Namun  semangat itu mampu kutangkap
Dari tiap butir kata yang kau tuliskan
Jiwa-jiwa yang baik akan selalu dirindu 
Hati-hati yang tulus selalu mampu taklukkan keangkuhan
Perilaku santun dan kehangatan 
Menamparku, menghantam hati ini berkali-kali
Agar tak jumawa dengan secuil kebisaan

Wahai wanita surga ….
Tiada lagi yang mengurung ragamu
Berlarilah dengan bahagia
Ditemani lantunan doa dan jutaan cinta 

With love,


Dian Novandra, sahabat JPI Jambi


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #26

Oleh : Lucky - sahabat JPI Blora

Kita belum pernah ketemu sebelumnya

Dan aku hanya mengenalmu lewat tulisan
Ngobrol lewat chat, berasa ngobrol langsung
Auramu yang menyakinkanku, bahwa kamu baik
Sekali lagi, kita belum pernah ketemu sebelumnya
Tapi kamu telah memberi nasehat banyak untukku

Terimakasih Tia Martiana


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #27

Oleh : Jamilah - sahabat JPI Serang Banten

TIA

Ijinkan aku mengenang nama mu

Walaupun kita tak pernah berjumpa aku yakin

Kamu seorang wanita yang paling luar biasa

Walaupun hatimu rapuh kamu bisa tertawa ceria dan memberikan kebahagiaan untuk orang-orang yang kamu kenal



Selamat tinggal teman ku kan ku kenang nama mu dan karyamu.


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIA #28

Oleh : Nur Aini - sahabat JPI Jawa Tengah 

Ku kenal dirimu 

Karena pertolonganmu 
Kau ajarkan 
Hidup itu harus tegar 
Walau dihantam badai
Hidup itu harus bersosial 

Walau hanya secuil amal



SATU PUISI UNTUK TIA MARTIA #29
Oleh: Yuyun Wahyuningrum - sahabat JPI Jombang

Untuk Tia Martiana,

Kutemukan dirimu
Di antara lembar-lembar tulisan
Yang
Berjuang dengan tujuan pasti
Menghidu aroma hidup
Dan
Berguna untuk kehidupan

Sekarang

Kau telah berpulang
Pergilah dengan damai, sahabat
Untuk berjumpa Sang Kekasih

Selamat jalan sahabat, 

Terimakasih 
Telah mempersembahkan bunga
Pada sanggul literasi ibu pertiwi 
Bungamu akan abadi
Menemani setiap perjuangan 

Sahabatmu, 


Yuyun Wahyuningrum


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIA #30

Oleh: Wulan Annisa - sahabat JPI Bandung

Satu pejuang telah gugur bukan berarti harus mundur. 

Gugur satu tumbuh seribu. 
Semoga islamnya diterima kita semua menjadi saksi. 

Insyalloh.

Berbahagialah Tia dialam kubur karena selalu mengalir doa dari Kami. 
Kami keluarga JPI mengucapkan selamat istirahat buat Tia. 
Istirahat dalam beramal sholeh.
Dan berbahagia dialam kuburnya.
Aamiin .

Wulan Annisa

SENIN, 22 Oktober 2018


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA  #31

Oleh : Nuriyati - sahabat JPI Rembang

Dear Teh Tia,


Tak lama ku mengenalmu di dunia maya

Namun harum namamu membuatku bangga
Setegar karang kau menerima pahit manis takdir-NYA
Keikhlasanmu menjadi simbol muslimah idaman surga

Semoga kau mendapatkan tempat terbaik di sisi-NYA



SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA  #32
Oleh : Novy E.R - sahabat JPI Batu Malang


T  erasa kelu tangan dan bibir bicara 

I   ngat penyakit yang kau derita 
A   ku dan kamu hanya seorang kawan 


M  engenal lewat sosial media 

A   ku tahu dirimu dari 
R   ancikan ceritamu
T   egar, semangat membara 
I   ngin selalu ada nafas untuk berkarya
A   ku sedih, tak kuasa 
N   angis membaca tentangmu dari sahabat kita
A   ku panjatkan doa terbaik untukmu bersama keabadian karyamu 

By:  Novy E.R

@23102018   4.20 WIB


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #33

Oleh : Constantijn, sahabat JPI Manado

Dia pergi mengakhiri segala sakitnya
Dia pergi namun meninggalkan semangat dan karya
Kita tak dapat melihat senyumnya lagi
Namun ukiran kata-katanya tetap abadi di hati kami

Selamat jalan mba Tia

Selamat jalan sahabat yang sebenarnya tak begitu ku kenal 
Tapi lewat karya-karyamu aku jadi mengenal lebih dekat dengan dirimu


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #34
Dina Pertiwi - Sahabat JPI Medan

Pulang

Pulanglah ke pangkuanNya
Biar Dia mendekapmu dalam keabadian
Dan biar kurelakan kau beristirahat di sisiNya

Pulang

Pulanglah ke rumah kita
Kau telah temukan jalannya, Tia
Tunggu, tunggu aku
yang masih meraba-raba
Dalam kefanaan yang tak berujung
Penuh tangis tak tertanggung
Melepas engkau, menuju tempat yang agung

Simpang Empat, 22  Oktober 2018


Untuk Sahabat dan Inspirator terbaik kami, Tia M Surjatman


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #35

Oleh: Fitria Yusticia - sahabat JPI Banten

Tuhan punya banyak cara menunjukkan kasih sayangnya.

Dengan sakit, sedih, sehat, senang dan bahagia.

Lagi-lagi..Tuhan punya banyak cara menunjukkan kasih sayangnya.

Menghadirkan orang-orang hebat dan kuat di sekeliling kita. Untuk apa?
Untuk menunjukkan kamu pun bisa.

TIA adalah perpaduan kasih sayang Tuhan.

Melalui sakit yang diberikan kepadanya, Tuhan hadirkan kekuatan dalam dirinya.
Tapi kini, Tuhan jauh lebih sayang dengannya. 
Dengan memintanya untuk kembali kepadaNya.

Selamat jalan TIA MARTIANA.

Bahagia disana. Aamiin

Banten, 2018


Fitria Yusticia


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #36

Oleh : Farida Rosdian - sahabat JPI Ciamis

Dear Tia Martiana...

27 September lalu kudengar ponselku begitu berisik. Hatiku bergemuruh membaca sederet notifikasi yang muncul

Lantas,

Sikap bersahajamu pada akhirnya menuntunku ke satu ruangan putih.
Di sana kutemukan sesosok perempuan yang kukagumi terbaring lemah

Tia Martiana Surjatman, perempuan yang berjuang dengan caranya sendiri, sejujurnya aku iri. 

Sempat-sempatnya kau menyambutku dengan riang dan hangat dikala raga menanggung pedih dan perih.
Dan aku membatin, "Di mataku kau tetap perempuan tangguh, Tia."

Satu jam bersamamu terasa begitu singkat, kawan.

Aku berharap kita memiliki banyak waktu yang bahkan lebih dari satu jam.
Namun waktu terus berputar dalam hitungan jam juga hari.

22 Oktober 2018

Aku butuh beberapa kali untuk mencerna kenyataan yang ada.
Ternyata Tuhan berkehendak lain
Semua tahu, itu terbaik buatmu.

Istirahatlah, kawan. Abadilah dalam kenangan.


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #37

Oleh : Zahara Putri - sahabat JPI Pasuruan

Teruntuk: Tia Martha

Pejuang Sejati

Sahabat berpulang dalam pangkuan Tuhan

Dengan tenang ia telah tinggalkan rasa sakit
Penyakit yang membuatnya terus berjuang
Berakhir pada satu titik akhir perjuangannya

Selamat jalan wahai sahabat

Karyamu akan tetap kami kenang
Goresan tintamu akan tetap abadi
Dan engkaulah pejuang sejati

Bangil, 22 Oktober 2018


22.07 WIB


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #38

Oleh: LIA WIDYA SURYAWINATA - Sahabat JPI Bogor

Tia,  

Kau adalah pejuang pendobrak asa
Meluluhlantakkan gelapnya kesedihan

Tia,  

Kau adalah sekuntum bunga di tengah padang terik kegelisahan
Wangimu memberi senyuman dan ketenangan

Tia,  

Kau adalah tinta semangat bagi kami Jaringan Penulis Indonesia dalam mengukir karya

Hanya doa yang dapat kupanjat

Agar rindu dapat memelukmu

Terimakasih Yaa Rahmaan

Kau hadirkan dia untuk mengisi warna kehidupanku 


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #39

Oleh: Puput Yuhara - Sahabat JPI Tanjungpinang

Tak pernah bertatap muka

Tak pernah pula berjabat tangan
Tapi aku tahu semangatmu

Kau tetap tegar dan kuat melawan rasa sakitmu

Kau tidak mudah mengeluh
Apalagi menyerah

Hingga kudengar kabar, kau telah pergi

Selamat jalan, Mbak Tia

Doaku mengiringi langkahmu


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #40

Oleh : Andita - Sahabat JPI Palembang

Tia,

Sungguh singkat memang sosokmu ku kenal.
Tapi rasanya begitu banyak inspirasi yang kau tinggal.

Kau adalah ketegaran

Terus berjuang untuk tetap hidup tanpa sedikitpun keluhan.
Kau adalah kekaguman
Dalam sakit dan keterbatasan, kau tetap berjalan meraih impian.
Kau adalah pecutan semangat bagi kami, para pejuang kesuksesan.
Kini ragamu boleh saja telah diistirahatkan
Namun, 
Karya-karya yang kau ciptakan, 
akan tinggal abadi dalam kehidupan.

Selamat Jalan Tia


Sosokmu tak akan terlupakan.


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #41

Oleh : Raya Mipi - Sahabat JPI Padang

Mbak Tia,

Satu nama yang hanya kukenal lewat sosial media,
Tak pernah bertemu ataupun menyapa di dunia nyata.

Mbak Tia,

Satu nama yang membuatku bangga menjadi anggota JPI,
Semangatnya, perjuangannya, tulisannya, keramahannya,
Sangat menginspirasi.

Selamat jalan Mbak Tia,


Semoga mendapatkan tempat terindah di sisi-Nya.


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #42

Oleh : Abi Dini Rosemary - Sahabat JPI Bekasi

Hal yang paling berkesan adalah ketika pertama kali kamu menyapaku dengan hangat. 

Kata-katamu tersirat penuh makna, tulus dan bersahabat. 

Namun ternyata dalam kekuatan kamu menyembunyikan kelemahan. 


Dan kini kamu telah tiada, tidak ada kata-kata, ucapan dan juga tulisan. Tapi namamu akan tetap terkenang sampai kapanpun.


Yang kau kenal dan mengenalmu.


-Abi Dini Rosemary-


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #43

Oleh: Risky Fitria H - Sahabat JPI Temanggung

Aku tak paham bagaimana caramu hidup

Menyikapi hatimu, jiwamu, senyummu, ah, aku malu!
Saat aku dan orang lainnya punya sejuta alasan untuk 'ingin hidup bahagia'
Kau bahkan sudah mencapainya
Ketika aku dan orang lainnya punya sejuta alasan untuk menjelaskan tentang luka
Kau bahkan tak pernah berhenti merasa bahagia

Kau ini siapa? 
Kau bukan siapa-siapa
Kau bukan bintang yang sedang mendunia
Tapi kau adalah cerminan surga
Berbahagialah kawan

Aku yakin, namamu akan bersinar, seperti pendar mentari yang tak ada usai


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #44

Oleh : Citra Pandiangan - Sahabat JPI Tanjung Pinang

Malam, ikut berpartisipasi

Tia

Wanita hebat, Tak kenal takut
Meskipun tubuh ringkih, semangat bergelora
Tak kenal rasa sakit walau sakit 
Penuh energi positif berbagi kasih 

Tia, 

Wanita hebat yang berkarya 
Walau tubuh terasa lelah, jiwa terus bersinar
Kini sinar itu redup sementara...
Tubuh yang rapuh harus tertidur sejenak

Biarlah tubuh fana beristirahat

Namun karya Kan selalu hidup
Memori Tak akan redup
Klak Kita Kan berjumpa lagi 

Selamat jalan, Gbu

Citra Pandiangan 


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #45

Oleh : Lina - sahabat JPI Semarang

Sahabatku.. 

Hatimu lembut bagai embun ..
Kau tangguh laksana suluh ..
Kau berjuang dengan tegar 
hingga saatnya kau kembali berpulang

Sahabatku.. 

Doaku iringi kepergianmu
Tuhan menyayangimu 
Bahagia selalu dalam pelukanNya 
Karyamu masih akan terus ada 

Tak kan pernah lekang oleh waktuNya


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #46

Oleh : Eva prilia - Sahabat JPI Bekasi 

Kak tia..


Satu nama yang bahkan belum pernah ku jabat tangannya

Tapi harum wanginya langsung terasa
Sesaat setelah kabar tentangnya sudah tiada
Sanjungan terus terdengar diantara lainnya

Hari ini aku belajar bagaimana kamu berjuang

Melewati segala kesakitan yang terulang
Namun semangat mu terus terngiang
Didalam tulisan yang selalu terkenang 

Kehidupan berjalan

Kematian tak terhindarkan
Ceritanya hanya saling bersahutan 
Kebetulan kamu yang lebih duluan 

Karyanya abadi

Akan selalu menginspirasi 
Semangat mu berjalan mengiringi
Hingga kita bertemu nanti


Bekasi - 23 Oktober 2018


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #47

Oleh: Firda Shiewa - Sahabat JPI Yogyakarta

Dears kak Tia M. S


Hai, aku belum sempat menyapamu atau mengenalmu

Tetapi aku dikenalkan olehmu tanpa sadar melalui karyamu
Itupun dari para sahabatmu yang banyak mengagumimu
Ketika aku membaca karya-karyamu,
Aku merasa ada semangat dalam mengejar mimpiku
Oh ya, kamu ialah sosok penginspirasi bagiku
Kak Tia, salam perkenalan di akhir peristirahatanmu ini
Semoga kak Tia bahagia di rumah baru
Selamat jalan kak Tia M. S
Get a life!

Salam Cinta

Firda Shiewa


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #48

Oleh : Ranny Fitriani K - Sahabat JPI Bogor

Kita saling mengenal lewat dunia kata

Tapi semua tentangmu lebih dari kata-kata
Kamu adalah puisi tentang keteguhan dan keceriaan
Cahaya kenangan menembus waktu
Tentang kamu yang tidak akan pernah hilang
Meski kamu yang kini tiada


Kota hujan, oktober 2018


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #49

Oleh : Niya Kaniya - Sahabat JPI Lombok

Satu yang kutahu

Kau sosok perempuan tangguh
Yang tak pernah mengenal kata menyerah
Kaulah sang pejuang
Yang sudah pasti akan kami kenang
Kini...  
Jauh sudah ragamu pergi
Membawa kelegaan karena sakit tak lagi kau rasakan 
Selamat jalan Kak Tia
Kau telah berhasil menyadarkan kami
Bahwa sakit itu bukan alasan untuk berhenti menulis

Lombok, 23 Oktober 2018



SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #50

Oleh : Ayu Pertiwi AD  - Sahabat JPI Makassar

Surga Menantimu


Dalam setiap pertemuan maya

Hanya ceriamu yang tampak
Selalu karyamu yang berbicara
Tak sekali pun keluh kaututur
Deritamu kausembunyikan
Dukamu seolah tiada

Lalu angin datang mengirim kabar

Nelangsa hati saat mendengarnya
Tapi kau tetap mengukir senyum
Menyiratkan ketegaran yang tak berbatas
Meskipun lara menghantam tiada tara

Kini malaikat datang menjemput

Melepaskan segala gundah yang kaupikul
Berbahagialah engkau di surga
Jiwamu telah abadi dalam setiap karyamu

Maafkan aku yang tak bisa mengiringi kepergianmu

Hanya doa yang dapat kupanjatkan untukmu
Semoga Allah mendekapmu dalam limpahan rahmat-Nya


Selamat jalan, saudariku, Tia M. Surjatman


Ayu Pertiwi AD 
Makassar, 23 Oktober 2018


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #51

Oleh : Melanie Tan - Sahabat JPI Tangerang


Semasa hidup kau penuh asa
Membuatku malu untuk berputus asa
Mengenalmu sungguh membangkitkan cita
Sayangnya kini kau meninggalkan kami penuh duka cita

Senyummu selalu merekah

Walau hidupmu divonis cuci darah
Hingga akhir hayatmu tak pernah henti berjuang

Kau memang sahabat terhebat yang layak untuk dikenang


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #52

By Elva Susanti - Sahabat JPI Depok

Ber-mil jarak membentang diantara kita

Namun Tuhan menyatukan ke dunia berbeda
Dunia dimana sama-sama kita menempah ilmu
Lalu, disana pula kita berbagi

Sungguh, tak pernah kumenduga

Engkau kembali pada-Nya secepat itu
Meninggalkan tawa yang tersisa
Meninggalkan pesan penuh makna
Hingga kini kumengenangmu

Yang sudah seperti keluargaku


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #53

Oleh: Servita Ramadhianti - Sahabat JPI Malang 

Selamat istirahat, Tia. 

Aku tahu, kamu tidak pernah berhenti berdoa. 
Aku paham, kamu tidak pernah berhenti tertawa. 
Dan aku mengerti, kamu tidak pernah berhenti bersastra. 

Beristirahatlah, Tuhan begitu menyayangimu,

Tuhan tahu tempat yang terindah untuk kamu yang ikhlas. 
Beristirahatlah, Tuhan begitu ingin bertemu denganmu, Tuhan telah menyiapkan teman untukmu menulis di surga. 

Tulisanmu menjadi abadi. 

Penamu menjadi saksi. 
Dan ikhlasmu, menjadi pengobat hati. 


Sekali lagi, selamat istirahat, Tia.


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #54

Oleh: Fatimah Astudy - Sahabat JPI Bone

Kami  belum pernah bertemu mata

tapi dia mengajariku lewat aksara
karya nyata
dan kisah perjuangan wanita yang luar biasa

Dia....

Tia Martiana
Parasnya ayu bersahaja
selalu santun menyapa
ceria berbagi cerita
berjuang melawan sakitnya

Mbak tia,

aku belum bisa membalas
dengan apa-apa
kecuali untaian doa
semoga kau tetap bahagia
di sisi Sang Pencipta

Fatimah Astudy


Bone,23 Oktober 2018


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #55

Oleh : Irmawati - Sahabat JPI Cikarang

Ketika mendengar berita kepulanganmu

Aku diam tergugu tak percaya
Seakan mimpi yang paling tak ingin kuimpikan. 

Sayangku,  tidurlah dengan tenang dipangkuan-Nya

Hilang sudah rasa sakitmu
Namun semangatmu tak pernah hilang 
Semangatmu memberi kobaran yang terus membara untukku

Selamat jalan sayangku


Peluk jauh dengan segenap cinta dariku untukmu


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #56

Oleh : Setia Ekawati - Sahabat JPI Medan

Do'a-Do'a untuk Tia


Mengeja namamu mbak 'TIA', sama seperti kumengeja namaku

Melihat senyumanmu, aku rindu
Membaca tulisanmu, aku terpaku
Bertatap muka denganmu, aku malu
Malu karena jari-jemarikupun kaku
Ketika menulis namamu di bait-bait puisiku 
Bulir-bulir bening mengalir di pelupuk mata
Mengingat pertemuan di dunia hanya mimpi belaka

Mbak 'TIA', do'a kupanjatkan ke sang pencipta semoga esok kita bersilaturahim di surga


SATU PUISI UNTUK TIA MARTIANA #57

Oleh :  Dita Faisal - Sahabat JPI Jakarta

Kulihat sebuah akun menghampiri instagramku 22 Oktober pagi

Kutengok isinya, ternyata isinya mengiris hati
Jujur aku lega, bohong jika aku tak berduka

Telah sampai usianya

Telah habis masa duri menusuk kulit lembutnya 

Aku tak pernah bertatap muka dengannya

Namun parasnya menunjukkan betapa cerianya dia

Aku juga tak pernah mendengar alunan riang suaranya

Tapi aku merasa terhibur dengan semua tulisan-tulisannya

Tia,

Umur memang tak berbau,
Tapi ku yakin, doaku akan sampai tanpa penghalang waktu
Menembus alammu yang kini bebeda denganku

Tuhan sengaja membiarkan kita tak bertemu

Karena Tuhan megatur waktu yang tepat untuk kita melepas rindu
Semoga kelak kehadiramu menjadi syafaat di akhir waktu 
Pun begitu padaku

Allahumaghfir laha warhamha wa'afuha  wa'fuanha

Ya Allah, Ampuni dan rahmati dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia.

Jakarta 23 Oktober 2018

Dita Faisal
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.