ARNIYATI AMIN : "Harapan menjadi jurnalis itu kandas tetapi semangat menulis tak pernah padam " - SAHABAT JPI


Ditulis oleh : Sindy Lasifa
Mengenal Lebih Dekat Arniyaty Amin.
Arniyaty Amin lahir di makassar 49 tahun silam. Tepatnya  pada tanggal 20 mei  1969. Beliau lebih akrab disapa Bunda sepanjang karirnya di dunia kepenulisan. Anak ke-5 dari 7 bersaudara ini sudah jatuh cinta sejak duduk di bangku seolah dasar. Hobinya menulis tertuang pada karangan bebas  dan puluhan judul puisi yang tak kira banyak jumlahnya. Semasa kuliah ia juga aktif  menulis tentang berita politik untuk di majalah dinding kampus.
Wanita berhijab yang pernah bercita-cita menjadi seorang jurnalis ini mengaku awalnya ia belajar menulis di Cendol, Universal Nikko Mayoko Aiko, sebuah komunitas online dengan jumlah anggota di atas 5000 dengan daya sebar anggota hingga ke mancanegara. Dari situlah Ibu dari tiga orang ini mulai aktif dan rajin mengikuti lomba menulis. Berbagai cerpen dan puisi karyanya behasil ‘mejeng’ di surat kabar lokal dan nasional sepanjang tahun 2012 hingga 2014 baik tunggal maupun keroyokan.
Di tahun tahun 2012 ia menulis antologi puisi bersama 100 penyair perempuan di indonesia.  Di 2014 Antologi pertamanya di display oleh gramedia dengan judul buku 'Boneka Kuntilanak’ . lalu setahun berikutnya 2015 kembali dengan judul buku ‘19 Jurus mabuk penulis sukstress’ Kini Bunda tengah disibukkan dengan proses buku terbarunya yang akan terbit dengan judul "Setengah Cinta " diproduksi oleh Bintang Kecil. Masyarakat Sulbar Arniyaty Amin mengkatagorikan beliau sebagai penulis lokalist, yang aktif menggaungkan nilai-nilai kedaerahan.
"Royalti tidak semua penerbit telat membayar. Lagian menulis bagi saya bukan hanya karena rupiah tapi ada kebahagiaan jika bisa menulis" ujarnya .
Dalam kurun waktu beberapa tahun saja namanya melejit sejajar dengan nama-nama penulis yang sudah beken. Hal itu berkat kerja keras nya serta dukungan orang sekelling. Dibalik kesuksesan Arniyaty Amin ada sahabat dan teman terdekatnya diantaranya Nimas Aksan, Eva Sri Rahayu, Donatus A Nugroho, Cahya Damayanti, Almh suci Indratni, Ati Alis, dan Ellyyana Said . Tokoh yang inspirasinya dalam berkarya adalah Mahatma Gandhi,  Rendra,  Marah Rusli,  Buya Hamka,  RA Kartini,  dan Cut Nyak Dien.
Riwayat Pendidikan :
TK Idhata
SD 001 tamat sekolah pada tahun 1982-1983
SMP 1 Bulukumba Sulawesi Selatan dan SMP 2 Majene Sulawesi Barat pada tahun 1985-1986
SMA 1 Polewali Polwan pada tahun 1988-1989.
Universitas Hasanuddin jurusan linguistik terapan pada tahun 1997.
Tokoh inspiratif favorit : Mahatma Gandhi, Rendra, Marah Rusli, Buya Hamka, RA Kartini, Cut Nya Dien dan lainny.

Karya: 2 antologi bersama pernah di display oleh gramedia dengan judul buku 'Boneka Kuntilanak tahun 2014 dan 19 Jurus mabuk penulis sukstress tahun 2015.  Dan di tahun 2012 lolos juga antologi puisi bersama 100 penyair perempuan di indonesia.Antologi Quote, Sang Jejak, Analekta beru-beru, Perempuan itu sesuatu, Kuliner Nusantara

Akun social media :
 Facebook  Arniyaty Shaleh,
Intalgram  Arniyaty Shaleh
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.