ANTRIAN RASA


Menyemburat sejingga di pusat ruangan
Tiada harap menggebu adukkan rata
Rindu semakin menderu biaskan cahaya
Pada kekata syahdu terbangkan cemas
Tuan, ke mana lagi dapat kulihat salju turun?
Di sini engkau pun tak jua bersinggah
Kuturutkan sejengkal langkah mengikutmu
Namun tetaplah jauh tak berbeda jawabnya
Ah, sudahlah!
Di nomor dua kan atau pun tidak
Bila memang menaruh antrian rasa
Tolong pertimbangkan permintaan kelabuku!

Yogyakarta, 06 April 2018

dapat dilihat juga di www.detikaksara.blogspot.co.id
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.