Puisi - Sosok Di Balik Kerasnya Kehidupan

Sosok Di Balik Kerasnya Kehidupan
Karya: Dyah Purbo Arum Larasati

Sumber gambar: hetanews.com

guratan pena menari di atas secarik kertas putih
kertas putih yang terhembus sayu di terpa angin timur
sebuah kristal bening mulai membanjiri pesisiran pipi merah jambu
dan isak sukma terasa pecah menderu qalbu
dalam perjalanan senyap, sepi
aku kembali merintih dan berdo’a sunyi

di antara sisa-sisa lentera malam, yang mengabarkan cerita lama
yang terasa basi
sebuah kenangan duri pernah menusuk tembus di rongga dada
menembus jantung dan nadi
lolongan anjing malam terasa sepi membungkam
mencekam tidur yang terasa kelam

dalam bayangan gelap
sosok pria tegar terus terpaut dalam jendela yang telah beku
jendela yang pernah mengabarkan kerinduan pada musim gugur dan  semi kelebat
dengan nyanyian merdu citcuit merbah yang katanya hebat?

apa engkau tahu?
dengan siapa aku menangis?
dengan siapa aku merintih?
dengan siapa aku mengeluh?
dengan siapa aku berkesah?
dengan siapa aku berbangkit?
dengan siapa?
dengan siapa
dengan siapa,
dengan siapa aku...
menyandarkan luka?
akan skenario hidup yang terus
dan, akan aku lewati

sungguhkah engkau tahu
bahwa petuahmu akan tetap terjaga
dalam mahligai jiwa sukma ini

dan kau pun tahu
bahwa sekarang
jarum jam telah berdetak keras
membiarkan semuanya
berganti cepat ditelan masa
dan kenangan
yang terkunci rapat-rapat

angin malam pun menghambus-tiup gordyn kamarku
dan terasa,
pikiranku sudah merangkak dilangit-langit kamar biru
aku terkesiap lesu
dalam bibirku yang beku
kusebut satu nama
dan pastilah dia sosok terkenang,  sang perkasa
ayah, namanya

Pekanbaru, 8 Februari 2015


*Note: This is an old poetry, written by me (Dyah PAL) exactly 3 years ago And absolutely, I appreciate it highly for my beloved as simultaneously greatest daddy in the world–My Dad! (WIBOWO)


Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.