SUSU KEDELAI CEWEK ALAY

SINOPSIS FTV
“SUSU KEDELAI CEWEK ALAY”
Ide Cerita & Skenario
Endik Koeswoyo
Fitria Yusticia


Pagi-pagi Ida (20 tahun) bete dengan ulah Jali(23 tahun) salah satu pelanggan susu kedelainya. Dia protes gara-gara minum susu kedelainya, mukanya jadi memerah seperti alergi. Dia bilang ke ibu-ibu yang sedang membeli susu kedelai disitu agar tidak beli susu kedelai itu lagi. Ida mencoba meyakinkan pembeli bahwa itu tidak benar. Tapi tak berhasil. pembeli bubar satu persatu.


Ratu (22 tahun) yang merupakan musuh bebuyutan Ida yang saat itu kebetulan lewat penasaran dengan keributan itu. keributan ini dimanfaatkan Ratu untuk manas-manasin pembeli agar tidak lagi beli susu kedelai di tempat Ida. Dia malah promosi kepada ibu-ibu untuk membeli susu sapinya.
Semenjak hari itu, susu kedelai Ida sepi pembeli. Ia mencari akal agar susu kedelainya tetap terjual. Salah satunya dengan menitipkan susu kedelainya ke Mimin (20 tahun). Dia adalah reseller susu di komplek perumahan Jali. Setiap pagi, Mimin mengambil susu untuk dijual keliling komplek. Semenjak Ida mengganti strategi penjualannya melalui Mimin, susu kedelainya laku keras dibandingkan susu sapi punya Ratu.
Semakin hari permintaan susu kedelai Ida semakin banyak. Ida sampai kewalahan mengerjakannya sendiri. Sampai akhirnya dia meminta Atin (19 tahun) untuk membantunya membuat susu kedelai. Keuntungan Ida makin bertambah setiap hari. Mulai hanya mempunyai sepeda kayuh, kini dia bisa membeli sepeda motor.
Masalah semakin pelik ketika berita kesuksesan Ida sampai terdengar ke telingan Ratu. Ratu menyebarkan berita kalau susu kedelai Ida menggunakan bahan pengawet. Selain itu susu kedelai Ida kini dititipkan ke Mimin. Ratu berpesan agar ibu-ibu berhati-hati dengan dagangan Mimin, karena Ida menitipkan susu kedelai disitu. Lagi-lagi Ratu menyarankan agar membeli susu sapinya.
Setelah menghasut para pelanggan, susu sapi Ratu bukannya laris malah ikut-ikutan sepi juga. berpuluh-puluh bungkus nggak laku dan hanya ditaruh freezer. dia bertanya kepada Mimin apa masalahnya. Mimin tak berkomentar.
Sambil tebar pesona ke Jali, Ratu ngorek-ngorek informasi tentang susu yang biasa diantar oleh Mimin kepada Jali. Ratu tercengang. Menurut informasi yang dia peroleh dari Jali, ternyata ada dagangan susu baru yang dibawa Mimin dan rasanya tak jauh berbeda dengan beberapa susu yang dia bawa sebelumnya. Jali suka banget dengan susu merk baru ini. Semenjak dia minum susu itu, badannya menjadi lebih segar.
Ida sedih bukan main. Kini dagangannya benar-benar sepi pembeli. Hanya Atin yang setia membeli susu kedelainya. Meskipun tak seberapa. Tapi Ida cukup senang susu kedelainya tetap ada yang membeli. Suatu hari, Ida berpapasan dengan Ratu. Mereka keder. Ida berbalik arah. Malas berpapasan dengan Ratu. Tapi Ratu mengejarnya. Hendak mengajak bicara. Ida menebak, paling Ratu hanya mau menghinanya karena susu kedelainya kini sedang surut dipasaran. Dengan sabar Ida meladeni Ratu. Ratu malah berkeluh kesah tentang susu sapinya yang kini sepi pembeli. Ida jadi penasaran dengan Ida yang tiba-tiba baik dengannya dan berbicara tentang dagangan susu mereka berdua yang mulai sepi. “ Ohh..jadi sekarang loe baru ngrasain sama apa yang sekarang gue rasain?” Ratu malu. Dia minta maaf kepada Ida.
Semenjak hari itu, Ratu dan Ida menjadi sedikit akrab. Ratu mengajak Ida membeli susu yang konon katanya sedang laris di pasaran itu. Ida pun menyetujuinya. Mereka membeli susu itu di Mimin. Ida terseduk. Ini adalah susu kedelai buatannya. Tapi dia aneh. Kemasannya berbeda. Ida dan Ratu sepakat untuk menyelidiki penjual susu ini.
Dengan segala cara, akhirnya Ratu dan Ida berhasil membuntuti Mimin yang akan mengambil dagangan. Dan hasilnya mencengangkan mereka berdua. Ternyata Mimin memasuki sebuah rumah kumuh. Mereka tidak yakin kalau itu rumah pembuat susu itu. Ida dan Ratu mencoba bertanya dengan orang disekitaran situ. Ternyata memang benar disitu adalah kontrakan Mimin. Mereka mengamati rumah itu dari kejauhan. Tak lama kemudian muncul Atin dari dalam rumah itu. mereka berdua makin syock. “Atin???”. Ida benar-benar syock. Dia berencana mengitrogasi Atin. Ratu pun mendukung rencananya itu
Besoknya, Atin kembali membeli susu kedelai Ida. Ida sudah tau kalau susu kedelai yang dibeli Atin bakal dijual lagi dengan kemasan berbeda. Pelan-pelan Ida mengintrogasi Atin. Tapi Atin selalu punya alibi. Ida kehabisan akal. Beberapa saat kemudian Ratu datang dengan membawa Mimin. Ida minta Atin dan Mimin memberikan penjelasan kepada mereka. Atin pun menjelaskan semuanya.
Ternyata, Atin adalah saudara kandung Mimin. Di kota Jakarta ini mereka berdua merantau. Karena terdesak dengan masalah ekonomi, mereka terpaksa melakukan hal ini. Atin terinspirasi dengan usaha susu kedelai Ida yang laris manis dengan keuntungan yang menggiurkan. Didukung dengan Mimin yang terjun langsung dengan para pelanggan susunya, Dia jauh lebih tau selera pasar, mereka pun melakukan kecurangan dengan menjual kembali susu kedelai Ida dengan kemasan yang berbeda. Ida menasehati Atin dan Mimin. Ratu yang temperamen memarahi mereka habis-habisan disitu. Gara-gara ulah mereka berdua, susu sapinya jadi sepi pembeli. Mimin bilang kalau susu sapi Ratu sebenarnya tidak begitu diminati pelanggan. Justru susu kedelai Ida yang nomor satu di mata pelanggan. Ratu makin kesal. Dia malah bilang kalau susu sapinya nomor satu bagi Jali, mantannya.
Karena malu dengan warga, Mimin dan Atin memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Ini menyebabkan Jali beberapa hari tidak mendapatkan kiriman susu dari Mimin. Pagi-pagi, Jali memutuskan mencari sendiri susu kesukaannya itu. di ujung jalan tampak lapak susu kedelai Ida ramai pembeli disebelahnya lapak Ratu sepi pembeli. Jali segera menuju ke pusat keramaian itu. melihat kedatangan Jali, Ratu senang bukan main. Dia yakin Jali akan membeli susu di lapak Ratu. Saat melihat lapak Ida, Jali jadi ragu, karena dia pernah meminum susu dagangan Ida dan mukanya jadi gatal-gatal seperti alergi. Dia pun menuju lapak Ratu. Melihat orang paling ganteng beli susu di lapak Ratu, semua pelanggan Ida beralih ke lapak Ratu. Saat Jali hendak meminum susu sapi di lapak Ratu, Bu Atun (50 tahun), ibunya Jali lewat. Dia segera mencegah Jali meminum susu sapi di lapak Ratu. Disitu bu Atun bilang kalau Jali punya alergi terhadap susu sapi. Oleh karena itu, selama ini  bu Atun mengganti susu sapi dengan susu kedelai untuk Jali. Karena Jali tidak suka susu kedelai, selama ini bu Atun bilang ke Jali kalau susu yang dia beli ditempat Mimin adalah susu sapi.
Ratu jadi keder. Dia pernah mengganti susu kedelai Ida dengan susu sapinya. Pantas saja waktu itu mukanya jadi memerah seperti alergi. Ratu hanya diam saja mengakui perbuatannya waktu itu.
Semenjak saat itu, Jali sering mengunjungi lapak Ida. Sehari saja tak mengunjungi lapak dan meminum susu Ida, kepalanya jadi pusing. Dia mulai sadar bahwa dia tidak bisa hidup tanpa bertemu dengan Ida. Setiap datang ke lapak Ida, senyum manis Ida membuatnya semakin kesem-sem. Cinta diantara mereka pun makin bersemi.


–SEKIAN-     

 

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.