AYAM PENYET PENGGUGAH HATI

SINOPSIS
“AYAM PENYET PENGGUGAH HATI”


Cerita & Skenario
Endik Koeswoyo
Dede Hartini


Haris (25 tahun) baru saja kembali dari Francis setelah menempuh pendidikan bisnisnya. Ia menghabiskan rasa rindu bersama kekasihnya Nera (24 tahun) setelah bertahun-tahun LDR. Hari itu mereka sedang piknik disebuah tempat wisata. Mobil dibuka pintu belakangnya, musik terdengar mengalun pelan dan romantis dari dalam mobil. Nera dan Haris menggelar permadani indah, duduk santai berdua sambil makan-makan. Akan tetapi kebahagian keduanya bubar, pasangan itu kaget karena tiba-tiba banyak sekali ayam-ayam mengganggu mereka, ayam-ayam itu masuk ke dalam mobil, mematuk makanan yang ada di depan Nera dan Haris. Haris yang pobia ayam, langsung panik banget. Ternyata ayam-ayam itu milik Tinny (21 tahun) yang merupakan cewek polos berlogat sunda asli Bandung. Di sisi lain, Tinny panik karena gerobak ayam yang ada di motornya rusak sehingga ayam-ayam yang dia bawa lepas semua. Haris langsung melabrak Tinny, ayam milik Tinny masuk ke dalam mobil, memakan makanan milik Haris. Tinny hanya bisa meminta maaf, sambil sibuk nangkepin ayam ke sana kemari. Haris merasa omelannya dikacangin sama Tinny, ia semakin marah. Tetapi karena takut sama Ayam, Haris ngomel sambil berusaha menghindari ayam, Tinny malah tertawa. Melihat Tinny tertawa, Haris makin marah, Nera pun ikut marah. Tinny juga bales marah, ini fore majour, nggak disengaja.


Tinny terlambat sampai di sebuah restoran langganan, ia meminta maaf sama Rissa (19 tahun) cewek imut yang setahun terakhir ini kuliah di Bandung sekaligus mengurus bisnis pariwisata dan restoran milik Bu Lidya (50 tahun) maminya di kawasan itu. Ia bahagia karena bisa berkumpul lagi dengan sang kakak untuk bekerjasama memajukan bisnis yang dirintis sang Mami berpuluh tahun lamanya. Ia menjabat sebagai manajer restoran dan kenal akrab dengan pemasok ayam, yaitu Tinny. Saat keduanya sedang mengobrol tiba-tiba munculah Haris dan Nera yang langsung memutuskan hubungan kerjasama sepihak agar Rissa adiknya itu tidak menerima lagi ayam-ayam dari Tinny. Tinny jelas ngamuk-ngamuk, tetapi Rissa juga tidak bisa berbuat banyak.
Sebenarnya Tinny dan Rissa adalah sahabat sejak mereka menjadi adik dan kakak kelas sewaktu SMA, larangan sang kakak tentu saja bukan halangan selama dirinya masih menjabat sebagai manajer yang berhak mengatur restoran. Untuk meredam emosi Haris, Rissa mengiyakan saja ketika Haris melarang adiknya mengambil ayam dari Tinny. Tinny kesel banget, menganggap Haris cowok sombong, tetapi setelah Haris pergi, Rissa menenangkan, masalah ayam nggak usah dipikirin. Besok juga udah lupa, lagian Haris emang jarang ke restoran.
Sewaktu keluar dari kawasan wisata alam itu, Tinny tidak sengaja memergoki Nera sedang mojok bersama seorang manajer pariwisata di tepi danau sambil berangkulan. Sejak itu Tinny tau kalau kekasih Haris sudah selingkuh.
Tinny anak Ibu Galuh (45 tahun) Juragan ternak ayam paling unggul di kota kembang. Beliau memiliki banyak pekerja, salah satunya Edi (26 tahun) yang naksir berat pada anak Juragannya. Dia selalu melakukan apapun demi menarik perhatian pujaan hatinya, tapi Tinny juga selalu menyibukkan dirinya dari pada menanggapi rekan kerjanya itu. Seperti biasa, setiap sore hari ia mengantar ayam-ayam pesanan restoran Rissa. Di sana sang manajer itu sedang berdebat dengan Nera yang mengamuk karena tidak menemukan Haris kekasihnya. Rissa sama sekali tak suka dengan calon kakak iparnya itu yang dinilai mengekang dan mengatur Haris.
Kali ini Tinny menemukan Nera dan Haris sedang berjalan di bawah pepohonan rindang. Tinny berniat melaporkan kalau Nera berselingkuh pada cowok itu tapi baru saja membuka mulut, Ia sudah tercebur ke tepi danau oleh dorongan Nera. Pasangan itu kompak menertawakannya. Rupanya mereka berdua sudah janjian dengan Doni (28 tahun) Sang manajer pariwisata untuk mendiskusikan terobosan baru yang digagas oleh Haris. Tanpa dia sadari kalau Doni lawan bicaranya itu sedang bermain mata dengan kekasihnya.
Suatu hari, Nera ternyata menyabotase laptop milik Haris guna mengubah isi file yang ada di dalamnya sehingga ketika presentasi di hadapan client maka semua gagasannya akan hancur dan mempermalukan bisnis Maminya sehingga para investor batal menanamkan modal. Doni sang manajer tampak puas dengan kinerja Nera kekasihnya dalam menghancurkan mereka perlahan-lahan. Karena kecerobohannya, Bu Lidya marah sama Haris yang dianggap tidak becus ngurusi bisnis, padahal sudah sekolah jauh-jauh dan sebagai hukumannya harus merasakan bagai mana membangun bisnis dari nol di tempat peternakan milik Bu Galuh, relasi kerjanya yang paling oke. Dalam bisnis restoran ayam, bahan baku ayam harus terbaik. Gimana mau sukses kala pegang ayam saja Haris takut, Bu Galuh memaksa Haris untuk bisa “mengenali” dan bersahabat dengan ayam. Kalau perlu Haris harus tidur sama ayam. Harus bener-bener syock, tetapi dia janji akan mencoba menghilangkah pobia ayamnya.
Haris kesel banget, ternyata Bu Galuh itu ibunya Tinny. Tentu saja Haris hendak mencari peternakan ayam lainnya, akan tetapi Bu Lidya memaksa, Bu Galuh peternah terbaik. Mau tidak mau, Tinny juga hanya bisa nurut atas diperintah sang ibu untuk membimbing Haris dalam mengurus dan mengembangkan peternakan. Sementara itu, Edi yang melihat Haris beberapa kali memperhatikan Tinny langsung cemburu, apalagi dia kalah keren dan kalah ganteng. Edi dengan lancangnya mengusir Haris karena merasa akan kalah saingan. Haris juga mengaku tidak sudi ke tempat itu jika bukan karena sedang dihukum sama Maminya, dia juga mengakui kalau dirinya lebih sempurna tapi berjanji sampai kapan pun tidak akan naksir cewek dekil kampungan itu. Jadi Edi tidak usah khawatir. Meski begitu Edi selalu siap siaga menyelinap ketika Haris dan Tinny sedang berduaan pada saat memberi pakan ayam atau memeriksa ayam.
Haris yang pobia ayam, terus-terusan dikerjain sama Tinny, sebagai bentuk balas dendam unyu-unyunya. Sering kali, di kala pagi, Tinny memangunkan Haris yang sering bangun siang dengan menaruk 5-10 ekor ayam di kamar Haris. Haris bener-bener emosi, tetapi dia selalu saja bisa meredam emosinya saat melihat Tinny tertawa dan bergitu cantik selepas Tinny ngerjain Haris dengan puluhan ekor ayam.
Lambat laun, atas kesabaran Tinny, Haris mulai nggak takut lagi sama Ayam, dan semakin lama Haris semakin berani, bahkan kini dia sudah berani pegang Ayam, walau sesekali masih bergidik ngeri. Sewaktu keduanya keluar membeli pakan ayam menggunakan mobil pick up tanpa sengaja di jalan nyaris menabrak mobil mewah yang ternyata digunakan oleh Doni dan Nera yang tertawa puas melihat nasib Haris sekarang, dekil dan bau ayam. Haris juga sedih dan kesal karena mereka terang-terangan mengaku kalau selama ini selingkuh saat LDR karena hanya mengincar harta. Lalu ketika sampai di peternakan, Tinny juga bilang kalau dirinya memergoki mereka minggu kemarin. Haris langsung marah dan kecewa pada Tinny karena tidak bilang dari dulu. Tinny juga mengaku sempat ingin bilang tapi cewek itu keburu mendorongnya ke danau. Haris juga meminta maaf karena selama ini banyak salah pada cewek itu.
Haris yang galau diputusin dan dihianati Nera, malah punya ide bikin usaha warung ayam peyet, setelah beberapa kali dia makan ayam penyet buatan Tinny yang enak banget. Buat ngisi kegiatan setelah ngurusi ternak, akhirnya mereka memutuskan untuk membuka usaha ayam warung ayam penyet kecil-kecilan di pinggir jalan, tapi ketika sedang ramai-ramainya datanglah beberapa orang preman yang merusak lapaknya sehingga tidak bisa lagi berjualan. Mereka hanya bisa menikmati sedikit penghasilan yang dibagi bertiga termasuk Edi yang membantu membangun tenda. Saat mereka pulang tidak sengaja melihat Doni dan Nera yang sedang cekikikan puas sambil membagi amplop pada preman-preman tadi. Haris melabrak mereka tapi yang didapatkan hanya hinaan.
Rissa mendatangi peternakan, dia ternyata hari itu mau menjemput Haris untuk memimpin bisnis keluarga karena sang Mami lagi sakit, mendadak kena stroke. Tanpa mereka sadari, di lain tempat, rumah sakit, Doni dan Nera memaksa Bu Lidya yang kaku untuk menandatangani berkas-berkas penyerahan usaha Restran dan pariwisata. Beliau tidak bisa melakukan apa-apa karena keterbatasan fisiknya yang membuat tubuhnya lumpuh dan tidak bisa berbicara.
Sesampainya Haris dan Rissa di sana, adik-kakak ini langsung diusir oleh Doni dan Nera setelah menunjukkan bukti-bukti kalau Mami mereka sudah menjual semua aset bisnisnya kepada mereka demi pengobatan. Haris lagi-lagi kecewa, dia menengok Maminya sekaligus memarahinya karena bisa-bisanya menghukum anaknya sementara dirinya pasrah begitu saja padahal Haris juga masih bisa membiayai rumah sakit dengan hasil keringatnya sendiri. Bu Lidya kebingungan tidak bisa berkata apapun kecuali menitikan air mata. Sementara Rissa memilih untuk mengecek CCTV ruangan rawat Maminya.
Sebulan kemudian setelah menunggu Maminya bisa bicara dan duduk di kursi roda, mereka bertiga kembali ke restoran dan langsung mendapat hinaan dari Doni dan Nera tanpa mereka berdua sadar tiba-tiba saja ada polisi yang memborgol tangan mereka dari belakang atas laporan memanipulasi bisnis. Mereka bertiga pun kembali mendapatkan aset dan bisa menikmati makan malam bersama.
Dan sebagai kejutan untuk Haris, tiba-tiba datanglah Tinny berseragam Executive chef menyajikan hidangan di meja mereka. Karena sekarang Tinny juga dilibatkan dalam pengembangan bisnis mereka dengan menjadi kepala juru masak. Mereka makan berempat setelah Haris melamarnya di depan Mami dan adiknya yang sangat merestui.

  • SEKIAN -
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.