CINTAKU PADAMU ANTI BOCOR


Sinopsis FTV Reguler

CINTAKU PADAMU ANTI BOCOR

 

Cerita & Skenario

Endik Koeswoyo & Dede Hartini

 

 

 

Kasya (19 tahun) adalah gadis rantau asal Sumedang yang sedang menempuh pendidikan itu mengambil jurusan ekonomi di salah satu universitas ternama Jakarta karena mendapat beasiswa. Ia terpaksa mencari kos-kosan di dekat kampus meski harus berat hidup sendirian yang memaksanya belajar mandiri. Semua ini dilakukan demi mewujudkan cita-citanya agar memiliki masa depan yang lebih baik.

Joan (21 tahun) adalah pemuda asli Betawi yang kuliah di universitas yang sama dan mengambil jurusan Bisnis karena cita-citanya jadi pengusaha kaya raya kelak, lebih suka di panggil JOE, biar kekinian. Ia adalah senior Kasya. Mereka bertemu sejak masa orientasi dan pertemuan mereka sekaligus menjadi awal permusuhan karena saling dendam.

Suatu hari Kasya berniat merenovasi ruangan kamarnya karena pemilik kos meminta ganti rugi atas kelakuannya Kasya yang telah menempelkan foto-foto keluarga dengan perekat yang meninggalkan bekas, maka dari itu membeli cat-cat murah kiloan secara online untuk berhemat. Ternyata si pemilik toko matrial kecil-kecilan itu adalah Joan, senior dan juga musuh bebuyutannya.

Ketika Joan dan pegawainya mengantarkan cat-cat ke si pemesan langsung terkejut karena ternyata si pemesan cat itu adalah Kasya musuhnya di kampus. Lantas Kasya membatalkan pesanan-pesanannya, tapi Joan bersikukuh jika barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan dan harus dibayar. Perdebatan sengit tak terhindarkan. Akhirnya Kasya mengalah dalam perdebatan itu sementara Joan menahan pegawainya agar tidak membantu pekerjaan cewek itu.

Konflik kembali panas dan dengan emosi Kasya menjatuhkan kaleng cat hingga menimpa kaki pegawai Joan hingga cedera. Kemudian pemilik kos menghampiri mereka dan memaksa Joan untuk bertanggung jawab menggantikan tugas pegawai. Karena takut dengan Ibu Kos yang galak banget, akhirnya Joan terpaksa memilih membantu Kasya untuk menghindari ibu galak itu. Perang mulut sampai colek-colekan cat pun terjadi.

Kasya yang agak polos, dari kampung langsung dimanfaatkan teman satu kosannya yang juga satu kampus. Namanya Rida (20 tahun), gadis itu diam-diam menyukai Joan dan iri dengan kebersamaan mereka yang berdasarkan emosi saling ingin menghabisi tapi malah terlihat fun di mata Rida. Cemburu buta pun menguasai emosinya Rida.

Rida yang tak pernah mendapat respon pancingan dari Joan membuatnya semakin nekad untuk menyingkirkan sahabatnya, Kasya. Suatu ketika Rida merencanakan skenario adu dombanya. Dia menjelek-jelekan sahabatnya di depan Joan dan juga sebaliknya, Dia menjelek-jelekan Joan di depan Kasya ketika keduanya sudah berdamai dan merasakan adanya perasaan lebih dari teman.

Merasa tidak puas, Rida mencampuri cat-cat yang dijual Joan dengan air sehingga membuat para pelanggannya protes karena tembok mereka bocor dari rembesan terpaan hujan dan kualitas cat yang di jual Joan sangat buruk. Joan menyelidiki siapa yang menyabotase tokonya dan menemukan cincin milik Kasya yang sengaja dijatuhkan di dekat tumpukan ember cat oleh Rida sehingga menimbulkan pemikiran seolah-olah Kasya yang melakukannya.

Kasya berusaha membela diri saat Joan menuduhnya dengan bukti cincin itu. Joan makin kesel dan menghinanya sebagai gadis kampungan yang menggunakan cara busuk untuk membangkrutkan bisnisnya. Kasya tetap menolak tuduhan Joan, meski pun cincin itu memang miliknya yang selama ini hilang. Rida mengulum senyuman jahatnya dan berpura-pura menguatkan Kasya. Sejak itu Kasya merasa ada yang hilang dari hidupnya, karena sekarang Rida malah sering sebagai akunting di toko matrial milik Joan. Parahnya Kasya merasa patah hati berat karena selalu melihat mereka berduaan di kampus. Kasya semakin sadar kalau dia cemburu pada Rida.

Candra (20 tahun) merupakan teman sekelas mereka, pemuda itu sejak pertama kali melihat Rida langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan selalu mengejar-ngejarnya meskipun selalu ditolak. Candra merasa aneh dengan renggangnya hubungan Rida dan sahabatnya semenjak Kasya diterpa masalah dan dijauhi Joan.

Suatu saat Candra mengajak Kasya untuk berdiskusi. Dia mengungkapkan adanya kejanggalan yang menimpa gadis itu. Dia juga mengamati tingkah laku ketiganya termasuk Rida. Candra mengajak Kasya untuk menyelidik siapa orang yang sudah memfitnahnya. Hati kecil Candra menuduh gadis yang dicintainya tapi walau begitu bukan berarti Candra ingin merebut Rida meskipun ada rasa cemburu. Candra hanya ingin membuktikan pada dunia kalau Kasya bukanlah tersangka. Kasya ingat jika pemilik kos meletakkan CCTV di koridor bangunan dan dari rekaman itulah Ia dan Candra melihat sosok Rida yang keluar dari ruangannya sedang mengendap-endap melihat sekeliling memastikan tidak ada orang lalu masuk ke ruangan samping di mana Kasya menghuninya.

Bu Onna (45 tahun), pemilik kos yang juga ikut menyaksikan juga mengklarifikasi pada mereka berdua kalau beberapa waktu yang lalu Rida meminjam kunci ganda dengan alasan kuncir pintu kamarnya hilang. Dan kunci ganda tersebut dirangkai menjadi sekumpulan kunci-kunci ganda yang lainnya. Bu Onna bersedia menjadi saksi dari rencana Kasya dan Candra untuk membekuk Rida dan membongkar segalanya di hadapan Joan. Awalnya Rida membantah namun dari bukti-bukti yang ada membuatnya semakin terpojok karena tak ada alasan lagi untuk mengelak, akhirnya gadis itu pun mengaku.

Rida merasa malu dan akhirnya pindah kosan juga kampus. Sementara Candra memetik hikmahnya, dia bersyukur karena gadis jahat itu tidak membalas cintanya. Dan Joan mengakui kesalahannya karena sudah percaya begitu saja pada Rida tanpa bukti-bukti yang kuat dan Ia juga mengaku pada gadis itu kalau selama ini sangat merindukannya. Begitu pun Kasya yang mengakui rasa cemburunya. Joan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan manis ini untuk menyatakan cintanya pada Kasya. Gadis itu pun menerimanya dan bersedia bekerjasama dengan Joan untuk mengembangkan bisnisnya. Dan lambat tapi pasti keduanya menjadi sepasang pengusaha sukses.

 

-   SEKIAN -

SINOPSIS INI BELUM DIPRODUKSI
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.