Tangisan Desember Bersama Hujan

Ilustrasi gambar jungleaquatics.net

  Malaysia, 18 Desember 2017

     Tak seorangpun tau, jika diriku dalam tangisan. Desember menggoreskan kenangan pahit, sehingga sekujur tubuhku bagai terhimpit. Hujan, aku ingin bersamamu hari ini. 

Menumpahkan perih dalam dekapmu. Air mataku seperti airmu,  mengalir bersamamu, namun aliran itu tak akan pernah sama denganmu. Saat aku memelukmu, aku merasakan sejuknya setiap tetesan darimu. Bersamamu aku arungi, denganmu aku luapi segala kegundahan ini.

     Hujan, jika saja kehadiranmu hanya sebentar. Aku bisa mengerti, saat hadirmu bersama halilintar.
Engkau pasti tak mau jika diriku harus terkapar, karena denyut nadiku harus tetap berjalan meski kilatan api terus menyambar.

Jika hadirmu bersama mendung, curahmu akan tetap menjadi senandung. Lepaskan gelisahku, damaikan jiwaku, bersama suci kucuranmu. Bersama kucuranmu deraiku tak akan menjelma, denganmu bebanku segera sirna. Karena aku yakin, saat hadirmu segera berlalu. Akan ada keindahan setelahnya, bahagiaku akan menjelma bersama pelangi senja.

Tentang Penulis: Anam Syahputra, Weldingman mondar- mandir Lampung- Malaysia.

Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.