Mamak Bercerita

Mamak Bercerita


Puisi – Rahazlen Avelia


Foto By : https://pixabay.com


Mamak bercerita di bawah sore mendung yang sebentar lagi kelabu. Dalam hidupnya tak pernah sepilu tikus kehilangan giginya. Dia berteriak kasar seakan seseorang akan datang dan merengkuhnya dalam pelukan. Dia berlari seolah kabut di balik gunung itu sedang mengejarnya. Mamak bercerita dia hampir mati saat ini.

Bapakku pelaut kata mamak bermata redup. Aku mengangguk mengamini cerita sore itu. Jadilah aku anak penurut pada cerita mamak sampai malam berkabut. Mamak bercerita cinta datang saat kabut semakin tebal. Aku mengamini lagi. Tak mau dia mati.
Sayang sebenarnya cerita mamak tak pernah usai. Waktu tak kenal cerita itu. Tak penting pula bagiku mengurus waktu. Mamak bercerita, waktu itu dia ingin bapak. Sampai hendak berlari ke dalam kabut yang tak pekat.
Mamak bercerita…, dia mati hari ini.


***
Setiap karya yang kami publikasikan hak cipta dan isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis Untuk Anggota Jaringan Penulis Indonesia yang mau mengirimkan karya harap mencatumkan subyek KARYA ANGGOTA + Tema Tulisan + Judul Tulisan pada email yang di kirim ke jaringanpenulis@gmail.com Bagi yang ingin bergabung menjadi Anggota Jaringan Penulis Indonesia silahkan ISI FORMULIRNYA DISINI 
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.