www.jaringanpenulis.com


Selasa, 15 November 2016

Kiprah Buya Hamka untuk NKRI - Review Oleh Elisa

Cover Novel "Hamka" karya Haidar Musyafa 

Judul                  : Hamka
Penulis               : Haidar Musyafa
Penerbit             : Imania
Ketebalan Buku : 464
Tahun Terbit       : Oktober, 2016

Harga                 : Rp. 85.000,-


KABAR JPI - YOGYAKARTA - Setiap orang memiliki kisah masa kecil yang berbeda-beda. Bahkan, saat kita masih kecil, kita tidak pernah terfikir akan menjadi apa kita di masa yang akan datang. Menjadi gurukah? Menjadi petanikah? Menjadi aparat penting Negara atau menjadi seorang ulama besar yang tersohor? Tidak ada yang bisa memastikan kelak kita menjadi apa? Tidak jarang cita-cita masa kecil kita hanyalah angin lalu. Lalu? Hal yang pasti adalah, saat masih kanak-kanak hampir semua orang memiliki cerita menarik dan seru. Salah satunya masa kecil Hamka.
Hamka, seorang sastrawan, penulis, dan pengajar saat masih kecilnya tidak jauh berbeda seperti dunia anak-anak pada umumnya. Haidar Musyafa mengemas biografi Abdul Malik Karim Amrullah dari kecil sampai di titik dimana Hamka menjadi sosok yang perngaruh di Indonesia.
Indonesia sebagai Negara Islam terbesar. Hingga detik ini, Islam masih mendominasi. Bahkan, pada lini massa banyak perdebatan dan pertentangan karena masalah agama yang dimaknai berbeda-beda tiap orang. Sama halnya dengan Hamka, sang sastrawan kelahiran Maninjau mengenal Sarekat Islam ketika tiba di Jawa. Ia bertemu HOS. Tjokroaminoto. Disinilah Hamka mulai belajar Islam dari sudut pandang berbeda. Ditempat dibesarkan, Sumatra, lebih fokus mempelajari Islam pada masalah Ibadah. Sedangkan di Jawa, Islam lebih aplikatif, karena menghubungkan antara sosialisme dan ajaran islam.
Buku setebal 464 tidak hanya mengupas tentang agama. Lebih dari itu. Agama hanya satu rangkaian perjalanan Hamka menjadi seorang sastrawan yang turut memberi sumbangsih terhadap kemerdekaan NKRI. Beliau juga sosok yang memiliki kedekatan dengan Bung Karno pada waktu itu. Namun, pada satu kesempatan, Hamka sempat dipenjarakan oleh Bung Karno karena satu kesalahpahaman. Hamka juga pernah dituduh oleh Pramoedya Ananta Toer sebagai seorang Plagiat. Lalu apakah semua itu benar? Sebuah buku yang menarik, mengispirasi, bahkan mengedukasi tanpa kita sadari. Buku ini begitu luar biasa, membawa ringkasan bahkan uraian yang panjang namun tetap renyah. (Elisa)

Reaksi:

0 komentar:

PALING BARU DARI JPI

TERBITKAN KARYAMU BERSAMA KAMI

POPULAR POSTS

POPULAR POSTS