Alor, Surganya Penikmat Pantai



Nusa Tenggara Timur - Kabar Wisata. Indonesia adalah negara kaya. Adat budaya, sumber daya alam, hingga spot wisatanya terlalu seksi di mata dunia. Bukan hanya Bali yang memiliki karisma pantai pasir putih, nelainkan hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki spot pantai yang menawan. Termasuk Nusa Tenggara Timur dengan pantainya di pulau Alor yang menjadi surga bagi penikmat pantai.

Dari tujuh destinasi pantai wisata di Alor, mungkin saat ini hanya Pualau Kepa yang namanya paling dikenal. Terutama setelah masuk liputan di salah satu acara TV swasta tentang destinasi wisata. Hal ini diakui oleh penduduk setempat yang mengatakan bahwa ada peningkatan jumlah kunjungan wisata di Pulau Kepa setelah liputan tersebut.

Karena penasaran, kami coba menggali informasi langsung dari penduduk lokal Pulau Alor. Menurut informasi dari mereka ada banyak pantai di Pulau Alor. Sebagian besar memang masih alami dan jarang di akses oleh wisatawan. Ada kendala infrastruktur dan fasilitas umum yang membuat penduduk di daerah-daerah terpencil disana memiliki keterbatasan untuk berinteraksi dengan masyarakat di luar pulau. Termasuk akses terhadap informasi.

Misalnya saja di daerah Pulau Batu Putih. Kehidupan masyarakat disana sangat sederhana, tanpa jaringan listrik PLN, tanpa jaringan telepon. Namun disana ada sebuah pantai yang menawan. Berpasir putih, air jernih, dan spot yang menakjubkan. Atas kendala fasilitas itulah akhirnya tak banyak orang bisa mengakses informasi tentangnya.

Kami membuktikannya. Lokasinya tidak jauh dari Bandara Mali. Bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 2 jam. Jika ingin lebih cepat bisa ditempuh dengan jalur laut. Melewati laut menggunakan perahu motor. Kedua jalur sama-sama memiliki spot dan kesan istimewa.

Di sepanjang jalur darat, ada suguhan deretan pantai alami yang indah. Jalanan meliuk naik turun dan sebagian agak berbatu. Ketika melewati jalur laut, sensasinya lebih ekstrim. Terlebih ketika ombak semakin kuat mengombang-ambingkan perahu motor. Tampias air laut serasa dingin menusuk membasahi siapapun yang duduk di pinggir perahu. Dari atas perahu sajian pantai bisa dinikmati dari sisi laut. Sehingga bisa menikmati sepanjang garis pantai.

Bagitu sampai di Pulau Batu Putih, kami bisa berenang sepuasnya. Serasa milik sendiri. Hanya beberapa penduduk lokal yang ada disana. Hampir tidak pernah ada wisatawan yang berkunjung. Hal ini terlihat dari keperawanan pantainya dan ketenangan suasananya. Tidak ada warung, cafe, atau penjual jajanan disana. Sehingga siapapun yang akan berkunjung kesana disarankan membawa bekal secukupnya. Bahkan handphone dan media sosial pun terlupakan disana. Karena tidak ada jaringan.

Puas berenang kami pun mencoba bermain sampan. Mendayung menerjang ombak pantai yang tenang. Selain itu kami mencoba memburu ikan-ikan menggunakan busur yang dirancang mirip senapan. Apapun yang ada di pulau ini terasa begitu alami. Termasuk bagaimana kami bersama kawan-kawan penduduk lokal menikmati pisang bakar, ikan bakar, dan kelapa muda yang menyegarkan.

Alor surganya penikmat pantai. Jauh dari kesan modern. Menghadirkan kesan kembali ke alam. Berinteraksi langsung dengan kedamaian. (ESN)



Posted via Blogaway


Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.