CERPEN : KESALAHAN HATI MENDUNG Oleh: Wahidin Sinaga





KESALAHAN HATI MENDUNG

 Oleh: Wahidin Sinaga



Di pinggir kota jakarta, hiduplah seorang wanita yang cantik bernama mendung, ia sedang bersantai di sebuah bukit yang hijau, tiba-tiba sebuah awan putih yang cantik datang menghampiri mendung, sehingga mendungpun merasa kaget, dan mulai mendekati awan tersebut.

                Saat mendung mendekati awan tersebut, dengan sengaja mendung melompat dan menaiki awan itu , sehingga awan itu-pun mulai berjalan sesuai kehendak mendung.
                Di tengah perjalanan yang panjang menuju bandung, tidak sengaja ia bertemu musuhnya sejak Sekolah Dasar yaitu Lus, seorang perempuan besar dan berambut panjang lebat berwarna hitam pekat. Terjadilah perkelahian, dengan sengaja Lusi menabrak awan yang sedang dikendarai oleh mendung, sehingga awan tersebut berubah warna dan akhirnya menghilang, Mendungpun terjatuh , dan Lusipun dengan rasa kemenangan dan kegembiraan yang tinggi, langsung meninggalkan mendung yang terjatuh dari awan.
                Ia pun akhirnya terjatuh di sebuah bukit, dan akhirnya pingsan, tiba-tiba hujanpun datang ditemani petir yang begitu keras, dalam kondisi yang masih pingsan, badan mendungpun basah oleh hujan yang menjatuhi tubuhnya, mendungpun mulai membuka matanya setelah ia lama pingsan, ia pun merenung bahwa persahabatan mereka hanya sebatas figura, dan siapa yang kuat ialah yang menang.
                Tiba-tiba seseorang menggunakan baju warna ungu yang bernama niki dengan beraninya mendekati mendung, dan akhirnya membangunkannya, dan memberikan tumpangan payung kepadanya agar ia tidak kehujanan dan kedinginan, merekapun berkenalan, dan akhirnya menolong mendung yang sedang tidak berdaya, turunlah awan yang dikendarai oleh niko adik niki, dan merekapun mulai menaiki awan tersebut, dan mulai meninggalkan tempat itu.
Mendungpun akhirnya tidak jadi menuju bandung untuk melarikan diri kerumah orang tuanya, melainkan ikut dengan niki dan adiknya niko menuju jakarta, di dalam kondisi yang hujan di sertai petir yang sesekali menyambar, merekapun berjalan terus menerus tanpa henti.
                Di sebuah bangunan berbentuk kotak, akhirnya mereka turun, dan awan yang mereka tumpangi meninggalkan mereka. Di atas atap bangunan tersebut mereka bertiga saling berjabat tangan sambil mendekati tubuh mereka masing-masing, dan berbicara dengan santainya, dan saling curhat tentang kehidupan mereka, mendungpun mulai bercurhat tentang kekasihnya yang saat ini mulai tidak setia dengannya, sering ga mau angkat telepon, ga balas SMS, dan aku udah pernah melihatnya jalan dengan perempuan lain, aku cemburu, kata mendung. Akhirnya niki dan adiknya niko memberikan saran dan akhirnya mendung merasa bersalah dan malu, akhirnya iapun mulai menelepon pacarnya untuk mengucapkan kata maaf, karena kemarin sudah melakukan hal yang tidak di inginkan.
               Akhirnya, Pacar mendungpun yang bernama Awan datang, dengan menggunakan Jas, sepertinya baru pulang dari kantor membawakan sebuah payung untuknya, Mendungpun mulai mendekati pacarnya, dan mulai memadu kasih, dibawah payung biru kecil, Sambil bertawa kecil dengan gembiranya, sampai menghiraukan niki dan niko yang ikut gembira.
               Hujanpun mulai reda, awan putih mulai menampakan diri, sinar matahari mulai muncul mewarnai dunia, namun ia harus memilih apakah ia harus mengikuti Pacarnya atau mengikuti temannya untuk pergi dari tempat itu, namun akhirnya ia lebih memilih persahabatan dari pada pacarnya, ia mengikuti lusi dan adiknya pergi.
               Barulah awan sadar akan cinta mendung, ia mungkin cemburu kepadaku, namun ia menutupinya, sedangkan aku juga cinta dia, Mendung kenapa engkau pergi, kapan engkau kembali ke sini , kesisiku. Mungkin ia pergi untuk selamanya, tetapi rasa ini tidak seperti itu mungkin mendung sedang menghilangkan rasa cemburunya padaku. Awanpun berkata aku akan selalu menunggumu Sayang.
               Akhirnya Niki dan Nikopun turun di Sekitaran Blok M Jakarta, namun mendung tidak langsung turun mungkin hatinya mulai gundah karena meninggalkan Awan, kekasihnya yang ia buat kecewa namun ia tak marah padaku. Iapun merenung dan mulai menyadari hal itu, tentang kesalahannya dan mungkin ini pilihan yang terbaik untuk hidup sendirian tanpa awan tau dimana aku berada, mungkin dengan hal ini aku bisa lebih dewasa dan tidak akan melakukan hal sebodoh ini pada lain hari bersama awan, kata mendung, dan akhirnya iapun ikut turun dari awan, awanpun mulai meninggalkannya dalam kesendirian dan tidak mengikuti arah niki dan niko yang duluan turun dan pergi dari awan.
               Cinta-Cinta-Cinta, Penghianatan, Cemburu , Persahabatan dan Perasaan Bersalah Serta Kehilangan Sudah menjadi pelajaran Bagi Mendung, Untuk terus berjuang ke arah yang lebih baik.

 

 

 

 





*** 
Setiap karya yang kami publikasikan hak cipta dan isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis Untuk Anggota Jaringan Penulis Indonesia yang mau mengirimkan karya harap mencatumkan subyek KARYA ANGGOTA + Tema Tulisan + Judul Tulisan pada email yang di kirim ke jaringanpenulis@gmail.com Bagi yang ingin bergabung menjadi Anggota Jaringan Penulis Indonesia silahkan mengisi formulir keangotaan.
Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.