Materi Seminar: Lejitkan Potensi Menulismu

Berikut ini adalah TOR dalam acara seminar penulis yang berlangsung pada tanggal 4 Maret di UNY Yogyakarta. Di Karenakan banyaknya sahabat-sahabat dari JPI yang meminta materi seminar tersebut, maka saya mempostingnya di blog JPI agar bisa dijadikan bahan kajian bersama... Mohon maaf sekiranya ada banyak kekurangan... Semoga bermanfaat,,,





TERM OF REFERENCES

 Nama Kegiatan : Seminar Kepenulisan
 Tema Kegiatan : Lejitkan Potensi Menulismu
 Materi : Kiat Sukses, Suatu Karya Menembus Berbagai Penerbit
 Pembicara : Endik Koeswoyo
 Waktu : Kamis, 4 Maret 2010. Pukul 10.00-11.00 WIB
 Tempat : Ruang Sidang Utama, Lantai 3, Gedung Student Center UNY




Semacam Pengantar

Segala puji bagi Allah yang telah begitu besar melimpahkan kita kesempatan untuk beramal. Sholawat serta salam kita haturkan pula kepada junjungan kita, Nabiyullah Muhammad SAW.
Penulis atau pengarang adalah sebutan bagi orang-orang yang mengarang atau menciptakan suatu karya tulis. Karya tulis bisa dalam bentuk karya tulis ilmiah, makalah, buku, artikel, opini, sastra termasuk didalamnya prosa dan puisi. Media penulisan bisa bermacam-macam seperti buku, majalah, koran, internet -web, blog. Orang yang pekerjaan utamanya menulis maka dia biasanya disebut dengan penulis atau pengarang. Jika menulis dianggap sebagai kegiatan sampingan dari pekerjaan utama maka boleh saja dia menyebut dirinya penulis juga. Pada umumnya seorang penulis harus memiliki tiga keterampilan dasar:
1. Keterampilan berbahasa dalam merekam bentuk lisan ke tulisan. Termasuk didalamnya
menggunakan ejaan, tanda baca, dan pemilihan kata.
2. Keterampilan penyajian. Termasuk di dalamnya pengembangan paragraf, merinci pokok bahasa menjadi sub bahasan pokok, dan susunan secara sistematis.
3. Keterampilan perwajahan. Termasuk di dalamnya pengaturan tipografi seperti penyusunan format, jenis huruf, kertas, tabel, dan lain sebagainya.











LANGKAH #1
Punya Impian dan Tujuan


Orang-orang sukses dalam bidang apapun selalu mempunyai tujuan tetentu yang membuat mereka mau bekerja keras untuk mewujudkan tujuannya tersebut, kenapa mereka mau bekerja keras siang malam, melupakan rasa lelah dan letih!? Karena mereka punya sebuah tujuan yang jelas dan nyata yang ditanamkan dalam-dalam di benak mereka. Dan biasanya dalam bahasa orang sukses tujuan itu disebut dengan impian. Lalu apa bedanya mimpi dan impian? Mimpi adalah bunga tidur yang akan hilang seiring dengan waktu, sementara impian adalah sebuah tujuan, sebuah keinginan yang ditanamkan dalam otak dan selalu dipegang teguh agar nantinya bisa tercapai. Orang sukses selalu punya banyak cara, sementara orang gagal selalu punya banyak alasan. Impian yang begitu kuat akan mengalahkan segala hal yang mengarahkan kita pada pemikiran negatif. Berpikir positif juga membuat kita menjadi lebih bisa menemukan banyak cara dari pada menemukan banyak alasan. Mimpi adalah pengalaman bawah sadar yang melibatkan penglihatan, pendengaran, pikiran, perasaan, atau indra-indra lain dalam tidur, terutama saat tidur yang disertai gerakan mata yang cepat. Kejadian dalam mimpi biasanya mustahil terjadi dalam dunia nyata, dan di luar kuasa pemimpi. Pemimpi juga dapat merasakan emosi ketika bermimpi, misalnya emosi takut dalam mimpi buruk. Dan pastikan bahwa impian kita bukanlah sekedar mimpi. Impian kita adalah semangat dan pemacu dalam kita menjalankan sesuatu. Tujuan itulah yang kita sebut sebagai impian. Jika kita mempunyai impian yang kuat maka semua pikiran negatif bisa ditepis dengan mudah.
Menjadi penulis bukan hanya sekedar mimpi, tapi jadikan menjadi penulis sebuah impian besar! Karena semua orang bisa menjadi penulis bila mampu melakukannya dengan benar. Karena menjadi seorang penulis tentunya sangat menyenangkan, bagaimana ketika kita mampu menghasilkan karya-karya yang luar biasa maka secara ekonomi semua bisa terpenuhi. Dan sebelum melanjutkan membaca tulisan ini sebaiknya kita tentukan dulu apa tujuan kita untuk mau dan menekuni dunia tulis menulis? Karena sekali lagi, tanpa tujuan yang jelas! Tanpa impian yang kuat, semua yang kita kerjakan tidak akan sampai pada titik finis! Apapun yang kita kerjakan tanpa tujuan hasil akhir hanyalah akan menjadi sebuah pekerjaan yang tidak akan pernah selesai. Dan marilah kita tentukan impian kita bersama-sama. Dan marilah kita wujudkan impian itu dengan menulis. Pilihlah impian yang ingin Anda wujudkan serta tuliskan impain lainnya:
1. Membahagiakan orang tua dan keluarga
2. Mempunyai penghasilan yang lebih
3. Mempunyai rumah bagus dan mobil bagus
4. Bisa jalan-jalan dengan biaya yang cukup dan waktu yang cukup pula
5. …………………………………………………………………………..
6. …………………………………………………………………………..
7. …………………………………………………………………………..
8. …………………………………………………………………………..
9. …………………………………………………………………………..
10. …………………………………………………………………………..














LANGKAH #2
Memahami Dunia Penerbitan


Penerbitan saat ini sudah bisa dikatakan sebagai Industri Ctrative. Sebuah penerbit tentu saja mencari naskah-naskah yang dinilai menjual atau marketable dari segala sisi. Baik itu dari segi isi tulisan, tema tulisan bahkan dari segi nama penulisnya. Sebagai sebuah industri creative tentu saja sebuah penerbitan selalu membawa tema-tema khusus yang diangkat. Sebuah industri secara umum dapat dimaknai sebagai kelompok bisnis tertentu yang memiliki teknik dan metode yang sama dalam menghasilkan laba. Sementara itu penerbit atau penerbitan adalah industri yang berkonsentrasi memproduksi dan memperbanyak sebuah literatur dan informasi- atau sebuah aktifitas membuat informasi yang dapat dinikmati publik. Penerbit dari sistem penerbitannya dibedakan sebagai penerbitan umum –konvensional- dan juga penerbitan dengan sistem indie, dimana penulis sebagai penerbitnya. Secara tradisional, istilah ini mengacu kepada usaha pendistribusian dari usaha percetakan seperti buku dan surat kabar. Dengan perkembangan sistem teknologi informasi, istilah penerbitan mengalami perluasan makna, dimana memasukkan unsur-unsur buku elektronik, seperti e-book dalam sebuah website ataupun blog. Dalam perkembangannya, penerbit buku memiliki segmen pasar tersendiri. Ada buku umum, buku pelajaran, maupun buku-buku agama, semisal buku Islami, dan sebagainya.
Pada umumnya, sebuah buku sebelum di terbitkan akan melalui beberapa tahap. Berikut ini tahapan-tahapan umum sebuah naskah hingga menjadi buku. Penulis mempunyai sebuah ide, lalu menulisnya kemudian mengirimkannya ke bagian redaksi sebuah penerbit, redaksi melakukan rapat khusus untuk membahas sebuah naskah yang masuk, setelah terjadi persetujuan dari redaksi dan tim marketing maka naskah akan masuk kepada editor, dan desain creative untuk penggarapan cover buku, tipografi, lay out dll, setelah itu buku di masukkan ke dalam divisi percetakan, untuk kemudian diserahkan kepada distributor buku untuk didistribusikan ke seluruh toko buku yang ada.
Jika dikaji secara logika proses di atas, maka menulis –dari sebuah ide menjadi sebuah buku- adalah sebuah pekerjaan yang sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang tersulit adalah bagaimana kita menjalani proses setelah naskah itu jadi, atau proses untuk meenajdikan naskah itu terbit dan sampai ke toko buku hingga di baca banyak orang. Proses panjang itulah yang sebenarnya jauh lebih sulit dari pada sekedar menulis atau memperpanjang sebuah ide pendek menjadi sebuah naskah buku standar. Dari naskah yang sudah kita tulis, biasanya akan melalui bberapa seleksi ketat dari penerbit. Seleksi ini biasanya memakan waktu 1 hingga 3 bulan, dengan rata-rata 2 bulan sebuah naskah yang masuk biasanya sudah bisa diketahui jawabannya, yaitu di terima atau di tolak. Jika di terima biasanya juga mengalami beberapa revisi atau perbaikan di sana-sini –khususnya- untuk penulis pemula. Point pentingnya, jika ada revisi dari penerbit, sebagai penulis kita harus mau melakukan revisi karena itu tujuan akhirnya adalah untuk hasil terbaik dari sebuah karya tulis.
Setelah naskah yang kita tulis sudah selsai saatnya kita memilih penerbit yang cocok dengan naskah yang kita tulis. Cara termudah adalah dengan membaca buku-buku yang di terbitkan oleh penerbit tersebut. Jika kita hendak mengirimkan naskah ke sebuah penerbit sangat di anjurkan dan bahkan wajih hukumnya untuk memiliki dan membaca buku terbitan dari penerbit yang kita maksud. Karena secara otomatis, buku yang pernah mereka terbitkan adalah gambaran dari penerbit tersebut secara umum, sehingga kita mengetahui apakah karateristik penerbit tersebut sama dengan naskah yang kita tulis ataukah berbeda jauh.
Tidak mudah putus asa adalah sebuah ilmu wajib yang harus kita miliki ketika kita hendak menekuni dunia penulisan. Putus asa dalam hal apa? Dalam hal DITOLAK! Penolakan akan sebuah naskah yang menurut kita bagus adalah hal yang wajar. Pandangan seorang penulis terhadap naskah yang telah di tulisnya adalah pandangan satu orang saja, yaitu pandangan penulis. Sementara sebuah penerbit mempunyai pandangan dari berbagai sisi, sisi redaksi, sisi creative, sisi orang awam, sisi pecinta buku, sisi pembaca setia hingga sisi marketing. Ada beberapa alasan yang sering di sampaikan penerbit ketika menolak sebuah naskah;
1. Naskah atau tulisan tidak sesuai dengan tema yang sedang dicari saat ini
2. Naskah tidak sesuai dengan tema yang kita (penerbit) harapkan
3. Tulisan anda sangat menarik namun kamu sebagai penerbit sedang berkonsentrasi terhdapap tema-tema yang sedang di sukai saat ini.
Dari tiga alasan yang sering kita jumpai dalam hal penolakan, maka dapat di simpulkan secara kasat mata bahwasanya penerbit selalu mencari naskah yang menjual dan temanya sesuai dengan penerbit tersebut, dan tetunya ada banyak alasan lain. Namun perlu di garis bawahi bahwanya naskah yang masuk ke sebuah penerbitan jumlah sangat banyak sekali. Tidak semua naskah yang masuk bisa di seleksi dengan teliti dari satu kata demi kata. Penerbit mempunyai sebuah proses penilaian dasar atas naskah-naskah yang masuk. Penilain dasar adalah proses pemilihan di awal yang dilakukan oleh tim redaksi guna mengambil naskah-naskah bermutu yang memenuhi syarat untuk di bahas lebih lanjut. Berikut ini adalah penilain dasar dari sebuah naskah yang masuk.
Fiksi:
1. Hal pertama yang di lihat dari naskah fiksi adalah judul.
2. Jika judul menarik maka redaksi akan melanjutkan untuk membaca Sinopsis
3. Jika Sinopsis menarik, redekasi akan melanjutkan membaca satu atau dua bab
4. Jika bab awal yang dibaca menarik, baik itu gaya bahasa serta penulisan dan EYD bagus, maka redaksi akan membaca profil penulis
5. Jika profil penulis menarik, maka naskah tersebut akan dirapatkan dengan tim redaksi yang lebih besar untuk dibahas lebih lanjut. Biasanya tim redaksi ini berjumlah ganjil agar bisa mengambil keputusan lebih cepat, misal 3 orang, 5 orang atau 7 orang.

Non Fiksi:
1. Judul naskah.
2. Daftar Isi dari naskah tersebut.
3. Daftar Pustaka
4. Sinopsis
5. Bab Awal, termasuk melihat tentang penulis, EYD dan gaya bahasa.
6. Profil Penulis
Yang menjadi perbedaan dari naskah fiksi dan non fiksi adalah daftar pustaka, jika daftar pustaka atau buku-buku yang dijadikan referensi adalah buku-buku terkenal, buku yang bagus, buku yang sangat berhubungan dengan naskah maka tim redaksi akan melanjutkan untuk membaca naskah tersebut. Jika kita menulis sebuah naskah non fiksi tanpa daftar pustaka maka, jangan berharap naskah kita akan mudah terbit. Daftar pustaka adalah kunci utama dari sebuah naskah non fiksi.

Tips Menemukan Judul Yang Menarik:
Membuat judul yang menarik memang kesannya sangat sulit, namun dengan menemukan tema cerita lalu menulisnya maka judul biasanya akan ketemu di tengah-tengah proses penulisan. Jika dalam proses penulis ada kata-kata yang menarik maka ambillah sebagai ‘calon judul’ kumpulkan lalu pilihlah nanti yang paling tepat dan paling bagus. Judul sangat berpengaruh terhadap minat atau ketertarikan pembaca ketika mereka berputar-putar di antara ratusan bahkan ribuan buku yang ada di toko buku. Bagaimana cara menarik minat pengunjung toko buku untuk melihat buku kita? Judul dan desain tentunya yang paling berpengaruh. Penelitian terbaru mengenai internet menyebutkan bahwa seorang pengunjung memutuskan bertahan atau keluar dari sebuah blog dalam waktu 8 detik atau kurang. Begitu juga dengan pengunjung toko buku. Mereka akan berjalan-jalan lalu ketika mata membaca sebuah judul yang menarik maka mereka akan mengambilnya lalu membaca sinopsisnya. Memilih judul yang unik dan berbeda, mengandung nilai kontroversi, dan tentunya mampu menumbuhkan rasa penasaran pada pemcanya. Cotoh beberapa judul yang mempunya unsur-unsur di atas; Tersesat Di Surga, bagaimana mungkin di surga tersesat? Apa yang membuat tersesat? Cinta Selebar Kerudung ketika membaca itu mungkin kita akan bertanya dalam hati apa benar cinta itu selebar kerudung? Hijrahnya Cinta Kok bisa cinta hijrah? Apa yang dimaksud dengan hijrahnya cinta? Berganti pasangan? Sebuah judul yang menarik dan unik akan bisa menjadi kekuatan utama dalam sebuah naskah buku. Doa Untuk Dinda, Kisah Raja Raja Legendaris Nusantara, adalah 2 judul buku terbaru yang saya tulis dan judul itu tidak di ganti oleh penerbitnya. Jurus Canggih Bikin Blog Laris (Segera Terbit, Insyaalah menggunakan judul yang sama)
Jika hal-hal dasar di atas telah bisa kita penuhi, maka selanjutnya kita harus mau dan bisa menjalin hubungan dengan penerbit. Hubungan yang semakin baik akan menjadikan penerbit bukan lagi sebuah hal yang asing, saling mengenal tentunya akan menimbulkan banyak keuntungan bagi kedua belah pihak. Jangan pernah menganggap anggap sepele yang namanya editor. Kalau kita sudah pernah ketemu, bertukar alamat email atau nomer telpon maka jangan lupa untuk menyapanya. Jangan terlalu sering juga, nanti malah bosen dia sama kita. Seminggu sekali mungkin waktu yang tepat. Menanyakan kabar atau meminta info perkembangan tentang naskah yang kita kirimkan atauhal lain, sederhana saja intinya. Faktor kedekatan akan menumbuhkan rasa simpati dan saling menghargai. Editor dan tim lain dalam sebuah penerbitan sebaiknya kita kenal lebih dekat, karena mereka adalah orang-orang yang akan menentukan naskah kita terbit atau tidak. Ada banyak cara untuk bisa mengenal orang-orang yang ada di dalam duni penerbitan, media internet merupakan sebuah media umum yang bisana di gunakan untuk komunikasi jarak jauh. Email, yahoo masangger, facebook, friendster dan blog adalah sarana-sara yang bisa kita jadikan alternatif.
Jika naskah kita telah mampu menembus tim penerbitan dan naskah kita siap terbit, biasanya kita dihungi oleh bagian editor. Pmbicaraan mengenai sistem pembaaran royalti, segala sesuatunya akan dibicarakan lbih lanjut termasuk kontak-kontrak kerja bahkan mngenai perpajakan. Tapi itu akan sangat mudah jika mau saling memahami dan sesegera mungkin menandatangi kontrak penerbitan. Satu hal yang bisa dilakukan penulis ketika sebuah naskah siap diterbitkan adalah sesegera mungkin mempublikasikan diri dan karya. Minimal memberitahukan kepada teman-teman kita, saudara, sahabat, teman kantor dan teman kampus, mantan-mantan teman sekolah dan siapa saja yang kita kenal. Semisal dengan mengirimkan sms ‘mohon doa restu, buku pertama saya sedang dalam proses editing dan semoga bisa segera terbit.’ Atau dengan menuliskan di internet sedikit mengenai tulisan kita. Menciptakan isu-isu dan judul yang akan di terbitkan, meminta pendapat teman dan sahabat, ikut ke dalam milis-milis atau group tertentu sehingga akan semakin banyak orang mengetahui bahwasanya ada sebuah karya baru dan kitalah yang menulisnya. Point pentingnya, semakin banyak orang yang mengetaui akan semakin besar kemungkinan terjual. Dengan melakukan publikasi pribadi, karya kita akan menjadi pembicaraan setidaknya pada kalangan orang-orang yang kita kenal. Dan lagi-lagi media internet adalah sebuah sarana mudah dan murah untuk melakukan publikasi karya. Membatu melakukan publikasi adalah sebuah tindakan yang sangat dianjurkan. Sebuah produk tanpa publikasi tentunya hasilnya minus. Mempublikasikan karya ternyata mampu mendongkrak penjualan buku. Mungkin bagi sebagian penulis, publikasi di serahkan kepada penerbit sepenuhnya namun jika kita ingin menjalin hubungan yang baik dengan penerbit maka mempublikasikan karya dengan media internet dan media lain adalah sebuah hal yang bisa saling menguntukan kedua belah pihak.


















CURRICULUM VITAE
Nama Lengkap : Endik Koeswoyo
Tempat, Tanggal Lahir : Jombang 15 Agustus 1982
Alamat : Jl. Swadaya 604 MJ I Gedong Kiwo Yogyakarta
Nomor Telepon : 0817 323 345
Email/Blog/Website : endik_penulis@yahoo.com
: http://endik.seniman.web.id
Hobi : menulis, traveling, bikin film
Motto Hidup : Menulis adalah keindahan tanpa batas, maka menulislah
yang bermanfaat

RIWAYAT PENDIDIKAN
NO NAMA INSTANSI ALAMAT
01 SDN Wonosalam IV Jombang
02 SLTP N Wonosalam I Jombang
03 SMU II Banjarmasin Banjarmasin
04 SMU I Sutojayan Blitar
05 Broadcasting AKINDO Yogjakarta
06 Komunikasi UT Yogjakarta

PENGALAMAN ORGANISASI
NO NAMA ORGANISASI JABATAN
01 JARINGAN PENULIS INDONESIA Pendiri
02 Izza Publisher Pendiri / Pimred
03 Lookout Picture Indonesia Produser/ Writer
04 Syakaa Organizer Project Manager

BUKU YANG PERNAH DITULIS
1. Cowok Yang Terobsesi Melati (Penerbit: Diva Press Yogyakarta. www.divapress-online.com)
2. Cinta Selebar Kerudung (Penerbit: Sketsa Yogyakarta)
3. Siapa Memanfaatkan Letkol Untung? (Penerbit: Media Pressindo Yogyakarta)
4. Tersesat Di Surga (Penerbit: Sketsa Yogyakarta)
5. Pak Gempa (AruzzKata Jakarta)
6. Hijrahnya Cinta (Penerbit: Pustaka Fahima Yogyakarta. www.pustakafahima.com)
7. Kaldera: Ketika Cinta Bicara Cinta (Bisnis 2030 Jakarta. www.bookoopdia.com)
8. Doa Untuk Dinda (Penerbit: Garailmu. Diva Press Yogyakarta.www.divapress-online.com)
9. Kisah Raja-Raja Legendaris Nusantara (Penerbit: Garailmu. Diva Press Yogyakarta.www.divapress-online.com)


MANFAATKAN BLOG ANDA DENGAN MENGIKUTI KUMPUL BLOGER


Posting Komentar
www.jaringanpenulis.com. Diberdayakan oleh Blogger.